
Hiperlaktasi adalah kondisi di mana produksi ASI lebih banyak dari kebutuhan bayi. Meski terdengar positif, keadaan ini bisa menimbulkan masalah, baik bagi ibu maupun bayi. Payudara bisa terasa penuh, nyeri, bahkan mudah bengkak. Sementara bayi sering tersedak, muntah, atau rewel karena aliran ASI yang terlalu deras.
Agar menyusui tetap nyaman, berikut 5 cara yang dapat membantu mengatasi hiperlaktasi:
Menyusui dengan Posisi yang Tepat
Gunakan posisi menyusui miring atau posisi bayi di atas payudara (laid back breastfeeding). Posisi ini membantu memperlambat aliran ASI sehingga bayi lebih mudah menelan tanpa tersedak.
Beri ASI dari Satu Payudara Saja
Jika produksi ASI sangat berlebih, cobalah menyusui dari satu payudara saja dalam satu sesi. Cara ini membantu mengurangi produksi secara alami dan membuat bayi mendapat ASI dengan kandungan lemak yang cukup.
Lakukan Block Feeding
Block feeding berarti memberikan ASI dari payudara yang sama dalam jangka waktu tertentu (misalnya 2ââ¬â3 jam), baru kemudian berganti ke payudara lain. Metode ini efektif menyeimbangkan produksi ASI.
Kompres Dingin Setelah Menyusui
Kompres dingin pada payudara bisa membantu meredakan bengkak, mengurangi nyeri, sekaligus memperlambat produksi ASI yang terlalu cepat.
Perah ASI Secukupnya
Jika payudara terasa penuh, perah ASI sedikit saja untuk mengurangi ketegangan. Jangan memerah terlalu banyak, karena justru bisa memicu produksi semakin berlebihan.
Jika hiperlaktasi menyebabkan ketidaknyamanan berlebih atau bayi sulit menyusu dengan baik, sebaiknya konsultasikan dengan konselor laktasi atau tenaga medis. Dengan penanganan tepat, menyusui bisa kembali menjadi momen yang nyaman bagi ibu dan buah hati.