Diposkan pada 30 January 2019

Stunting merupakan suatu kondisi kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, yakni tinggi badan anak lebih pendek (kerdil) dari standar usianya. Stunting terjadi mulai dari janin dalam kandungan dan baru nampak saat anak usia 2 tahun. Balita stunting selain mengalami gangguan pertumbuhan, umumnya memiliki kecerdasan yang lebih rendah dari anak balita normal.

Faktor - faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak meliputi kesehatan dan status gizi ibu sebelum, selama dan setelah kehamilan dan asupan makanan anak yang tidak memadai, termasuk pemberian ASI yang tidak optimal (non-ASI eksklusif) dan makanan pendamping ASI yang kurang baik dari jumlah, jenis dan variasinya serta adanya penyakit infeksi pada anak.

Pemantauan tinggi badan dibutuhkan untuk menilai normal tidaknya pertumbuhan anak. Oleh karena itu, jangan lupa selalu menimbang dan mengukur tinggi badan anak setiap bulannya di fasilitas kesehatan atau Posyandu.

 

 

Stunting dapat dicegah dengan cara sebagai berikut :

1. Pada ibu hamil

Memperbaiki gizi dan kesehatan ibu hamil merupakan cara terbaik dalam mengatasi stunting. Ibu hamil perlu mendapat makanan yang bergizi dalam jumlah yang cukup. Jika ibu hamil dalam kondisi Kurang Energi Kronis (KEK), maka perlu diberikan asupan makanan tambahan. Setiap ibu hamil juga perlu mendapat tablet tambah darah, minimal 90 tablet selama masa kehamilan.

2. Pada saat bayi lahir

Persalinan ditolong oleh bidan atau dokter terlatih dan begitu lahir dilakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan bayi sampai dengan usia 6 bulan hanya diberi Air Susu Ibu (ASI) saja.

3. Pada Bayi berusia 6 - 24 bulan

Mulai usia 6 bulan, bayi diberi Makanan Pendamping ASI (MP ASI) dan pemberian ASI terus dilakukan sampai bayi berusia 24 bulan (2 tahun). Makanan pendamping ASI harus mengandung gizi seimbang dengan jumlah yang cukup, yaitu  mengandung karbohidrat, protein (hewani dan nabati), vitamin dan mineral yang didapat dari sayur dan buah. Serta bayi dan balita mendapat kapsul vitami A dan imunisasi dasar lengkap.

4. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus diupayakan oleh setiap rumah tangga.

Ayo berikan asupan gizi yang tepat dan seimbang untuk mencegah stunting agar terwujud generasi sehat dan berprestasi.

Selamat Hari Gizi Nasional 25 Januari 2019 “Bersama Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi”

Salam semakin sehat dari kami, keluarga besar RS Betha Medika