Diposkan pada 16 May 2018

 


Sahabat Betha..! Selamat Siang, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi seputar kesehatan,.. Dokter Umum RS Betha Medika, dr. Mia Tajri, akan berbagi informasi seputar " Waspada Demam Berdarah Dengeu" mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan ya…
Demam berdarah dengue (DBD) penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. DBD merupakan penyakit demam akut yang banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Penyakit DBD adalah endemik yang muncul setiap tahun, terutama saat musim hujan ketika kondisi optimal untuk nyamuk berkembang biak. Biasanya sejumlah besar orang akan terifeksi dalam waktu yang singkat (wabah). Demam berdarah dengue umumnya menyerang orang yang kekebalan tubuhnya sedang menurun.
WHO memperkirakan setidaknya 500.000 penderita DBD memerlukan rawat inap setiap tahunnya, dimana proporsi penderita sebagian besar adalah anak-anak dan 2,5% diantaranya dilaporkan meninggal dunia. DBD masih merupakan salah satu kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk, jumlah penderita dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah. Lebih dari 40% penduduk dunia hidup di daerah endemis demam berdarah.
Demam berdarah dengue tidak menular melalui kontak manusia dengan manusia. Virus dengue sebagai penyebab demam berdarah hanya dapat ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya sudah menggigit orang yang terinfeksi demam berdarah.
Gejala demam berdarah amat bervariasi, dari yang ringan seperti peningkatan suhu (demam) tinggi mendadak, disertai sakit kepala,rasa sakit dibelakang mata, nyeri yang hebat pada otot dan tulang, mual kadang muntah, dan batuk ringan. Bahkan sampai gejala yang berat seperti perdarahan pada hari ke-3 atau ke-5 baik berupa perdarahan dibawah kulit (petekie), mimisan, muntah darah, BAB kehitaman, bisa juga muncul gejala pembesaran organ seperti hati. Serta kecenderungan terjadi syok yang dapat berakibat fatal (Dengue Shock Syndrome /DSS). Pada pasien DSS, gejala syok ditandai dengan kulit yang terasa lembab dan dingin, tampak kebiruan pada ujung-ujung jari tangan dan kaki, serta dijumpai penurunan tekanan darah. Syok biasanya terjadi pada waktu demam atau saat demam turun antara hari ke-3 dan hari ke-7 penyakit.
Kriteria klinis DBD menurut WHO, adalah:
1. Demam akut, yang tetap tinggi selama 2-7 hari, kemudian turun perlahan. Demam disertai gejala tidak spesifik, seperti tidak nafsu makan, lemas, nyeri pada sendi dan tulang, dan kepala.
2. Gejala perdarahan, perdarahan dibawah kulit (petekie), mimisan, perdarahan gusi, muntah darah sampai BAB kehitaman.
3. Pembesaran organ seperti hati dan disertai nyeri tekan di perut.
4. Dengan atau tanpa syok. Syok yang terjadi pada saat demam biasanya mempunyai prognosis yang buruk.
5. Kenaikan nilai hemokonsentrasi darah, sedikitnya 20% (diketahui dari pemeriksaan laboratorium)
Derajat beratnya DBD, secara klinis dibagi menjadi:
1. Derajat I (ringan), terdapat demam mendadak selama 2-7 hari disertai gejala klinis lain dengan manifestasi perdarahan teringan , yaitu uji bendung positif (dengan memasangkan ikatan sfigmomanometer di lengan atas dengan diberikan tekanan di tengah-tengah nilai sistolik dan diastolik selama 10 menit, kemudian perhatikan warna kulit yang telah diberikan tekanan).
2. Derajat II (sedang), ditemukan pula perdarahan dibawah kulit dan perdarahan lain.
3. Derajat III (berat) , ditemukan tanda-tanda dini syok.
4. Derajat IV(sangat berat), terdapat DSS dengan nadi dan tekanan darah yang tidak terukur.
(perlu disokong dengan pemeriksaan laboratorium)
Penatalaksanaan untuk demam berdarah tanpa penyulit adalah istirahat total (bed rest), makan makanan lunak/cair, dan banyak minum air untuk menjaga cairan tubuh. Obat-obatan diberikan untuk meringankan demam dan rasa sakit. Apabila demam berdarah disertai penyulit, sebaiknya segera dirawat dan terutama dijaga jumlah cairan tubuhnya. Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka penyakit ini angka kematiaan cukup tinggi. Oleh karena itu setiap penderita yang diduga menderita penyakit demam berdarah dalam tingkat manapun harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok.
Pencegahan terbaik pada demam berdarah adalah dengan menghilangkan genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk.
Berikut langkah umum untuk mencegah penyakit yang disebarkan oleh nyamuk:
- Kenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang, dan gunakan obat penangkal nyamuk pada bagian tubuh yang tidak terlindungi
- Gunakan kawat nyamuk atau kelambu
- Pasang obat nyamuk ditempat yang dilalui nyamuk, seperti jendela, untuk menghindari gigitan nyamuk
- Cegah munculnya genangan air:
• Buang kaleng dan botol bekas di tempat sampah yang tertutup,
• Tutup rapat semua wadah air, sumur dan tangki penampungan air,
• Jaga saluran air supaya tidak tersumbat, dan
• Ratakan permukaan tanah untuk mencegh timbulnya genangan air.
Semoga Bermanfaat dan Salam Semakin Sehat, Dari Kami Keluarga Besar RS Betha Medika.