Diposkan pada 26 April 2018

 


Sahabat Betha..! Selamat Pagi, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi seputar kesehatan,.. Kali ini Dokter Umum RS Betha Medika, dr. Rosalina Helmi akan berbagi informasi seputar " Pengenalan dan Pencegahan Migrain" mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan ya…
Migrain adalah nyeri kepala sedang hingga parah yang terasa berdenyut, umumnya hanya mengenai sebelah sisi kepala yang dapat disertai muntah dan gangguan visual. Migrain merupakan sakit kepala kambuhan/berulang. Kondisi ini sering terjadi. Lebih dari 10% populasi umum mengalami setidaknya satu serangan migrain dalam hidupnya. Menurut penelitian WHO, dari total populasi manusia berusia 18-65 tahun yang melaporkan pernah sakit kepala, sekitar 30% merupakan sakit kepala migrain. Terdapat beberapa fakta mengenai migrain, yaitu wanita lebih sering mengalami migrain dibandingkan pria, migrain dapat terjadi pada semua umur, tetapi umumnya terjadi pada saat remaja atau usia 20-an, dan serangan migrain bisa berlangsung 4-72 jam.
Hingga saat ini, penyebab utama migrain masih belum diketahui dengan pasti, namun terdapat berbagai faktor yang dapat memicu serangan, yaitu:
1. Stress, terutama setelah stress berakhir (misalnya pada akhir minggu atau hari libur)
2. Faktor gen. Sekitar setengah pengidap migrain memiliki kerabat dekat yang juga mengidap migrain
3. Diet, alkohol, kadang makanan tertentu dapat menjadi pencetus, misalnya; keju, coklat, anggur merah, kafein, bumbu penyedap (MSG)
4. Hormon. Migrain dapat terjadi setelah menarche (pertama kali mengalami haid), gejala dapat bertambah parah saat menopause (berhentinya siklus menstruasi) dan gejala juga dapat terjadi sehubungan dengan menstruasi.
5. Anak-anak yang memiliki berat badan yang berlebihan memiliki risiko terkena serangan migrain lebih sering.
Ada beberapa jenis migrain yang perlu di kenali, yaitu
1. Migrain dengan aura (migrain klasik). Pada migrain jenis ini pasien mengalami gejala awal yang tidak jelas beberapa jam sebelum serangan, yang dinamakan aura. Gejalanya berupa mengantuk, perubahan mood, rasa lapar, atau hilangnya selera makan. Pasien juga dapat mengalami gejala visual seperti pandangan gelap yang berupa kilatan gelap yang cepat, juga dapat terjadi pola pandangan gelap seperti bulan sabit atau berkunang-kunang. Gejala lain dapat berupa baal, kesemutan pada wajah, lengan atau kaki, namun keluhan ini jarang terjadi. Aura umumnya membaik setelah 15-20 menit (dapat juga berlangsung selama 1 jam), dimana setelah itu timbul nyeri kepala. Nyeri kepala migrain umumnya hanya di sebelah sisi dan sekitar mata. Nyeri seperti ditusuk-tusuk dan lebih berat jika batuk, mengejan atau membungkuk.
2. Migrain tanpa aura (migrain umum)
Pada migrain tipe ini tidak terdapat aura, tetapi pasien mungkin mengalami gejala awal yang tidak jelas. Nyeri kepala dapat terjadi saat bangun tidur.
Migrain tergolong penyakit yang umum terjadi sehingga kerap kali dianggap sebagai penyakit yang tidak perlu ditangani secara khusus. Meskipun begitu, anda tetap disarankan berkonsultasi kepada dokter jika mengalami serangan migrain lebih dari lima hari dalam sebulan atau jika rasa sakit yang ditimbulkan sudah tidak dapat ditangani dengan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran. Tidak disarankan untk mengkonsumsi terlalu banyak obat pereda rasa sakit secara terus menerus karena nantinya dapat mempersulit penyembuhan sakit kepala.
Terdapat beberapa komponen dalam pencegahan migrain, yaitu
1. Menjalani gaya hidup sehat dengan tidur cukup dan teratur, olahraga teratur, pola makan sehat, batasi konsumsi minuman keras dan kafein
2. Mengenali dan menghindari pemicu migrain, seperti kurang istirahat, stress dan konsumsi makanan dan minuman tertentu
3. Menghindari konsumsi obat-obatan tertentu, misalnya pada wanita disarankan menghindari obat-obat yang mengandung estrogen seperti pil KB
Migrain dapat berdampak besar bagi kehidupan penderitanya. Kadang-kadang penderita migrain menjadi tidak bisa beraktifitas secara normal saat terserang penyakit ini dan membutuhkan istirahat di tempat tidur selama beberapa hari, saat dan setelah serangan migrain. Terdapat beberapa pengobatan dan metode yang secara efektif dapat membantu mencegah migrain, sehingga tidak terdapat banyak gangguan dalam kehidupan. Berbaring di kamar gelap sering menjadi solusi yang paling mudah dilakukan ketika migrain menyerang. Salah satu pengobatan yang bisa membantu meringankan rasa sakit yang dirasakan adalah dengan cara mengkonsumsi obat-obat antimuntah untung mengurangi rasa mual dan muntah. Obat-obatan lain juga umum digunakan untuk menangani migrain yaitu obat-obat pereda rasa sakit.
Meskipun serangan migrain terkadang dapat memburuk dari waktu ke waktu, namun umumnya kondisi pengidap cenderung membaik dalam hitungan tahun.
Salam Semakin Sehat, dari kami keluarga Besar RS Betha Medika.