Diposkan pada 24 January 2019

Mulai sekarang ayo cek stok obat yang ada di rumah kita, perhatikan kadaluarasa obatnya kapan dan jangan sampai menyesal loh. Seberapa penting sih kita harus mengetahui masa kadaluarsa obat? Penting banget loh.
 Expired date (masa kadaluarsa) obat adalah kondisi obat dimana konsentrasinya sudah berkurang antara 25-30 % dari konsentrasi awalnya. Dalam suatu kemasan obat terdapat tanggal pembuatan dan tanggal kadaluarsa obat. Tanggal kadaluarsa obat adalah tanggal yang dipilih oleh pabrik yang memproduksi obat guna menjamin potensi yang penuh keamanan dari obat sebelum tanggal kadaluarsa tersebut. Akan tetapi waspadai obat dapat kadaluarsa sebelum tanggal kadaluarsa yang ditetapkan oleh pabrik. Oleh karena itu, kita perlu ketahui tanda-tanda kadaluarsa obat untuk menghindari penggunaan obat yang kadaluarsa.
Tanda-tanda kadaluarsa obat
Tanda-tanda kadaluarsa obat tergantung dari bentuk sediaannya. Biasanya dapat dilihat secara makroskopis (kasat mata) dan juga mikroskopis. Berikut ini merupakan tanda-tanda kadaluarsa obat berdasarkan bentuk sediannya.
1. Padat (tablet, pil, kapsul, dan serbuk)
Pada umumnya apabila suatu obat mengalami kadaluarsa bisa dilihat dari perubahan bentuk, bau, rasa, dan warna. Kapsul mudah menyerap air dari udara sehingga mudah lengket dan rusak maka dari itu penting untuk melihat suhu obat tersebut terutama sediaan kapsul. Warna kapsul pun akan lebih pudar serta ukuran panjangnya pun tidak seragam. Tablet mengalami kerusakan dengan perubahan bentuk, ketebalan, dan biasanya muncul bintik-bintik, serta dari segi warna lebih memudar. Obat puyer atau serbuk akan menggumpal jika telah mengalami reaksi kimia.
2. Semisolid (salep, krim, gel, dan pasta)
Pada umumnya bentuk sediaan obat semisolid apabila mengalami kerusakan terlihat dari segi warna dan bau tidak sedap biasanya faktor utama dari rusaknya sediaan obat semisolid adalah suhu. Bila terkena panas, salep dan krim akan berubah konsistensinya dan dapat menjadi terpisah-pisah, berbau, viskositanya berubah, penyebaran ukuran dan bentuk partikel tidak merata serta pH-nya berubah.

3. Cair (eliksir, sirup, emulsi, dan suspensi oral)
Tidak berbeda jauh dengan bentuk sediaan semisolid, obat dengan bentuk sediaan cair pun mengalami kerusakan akibat dari suhu. Bila obat terkena panas biasanya akan mengalami perubahan warna, konsistensi, pH, kelarutan, dan viskositas (kekentalan) sehingga menyebabkan obat menjadi tidak homogen serta bau dan rasa obat berubah menjadi tajam. Beberapa obat seperti tetes telinga, tetes mata, dan  obat suntik (obat injeksi) akan cepat rusak bila terkena sinar secara langsung. Akan tetapi perhatikan kembali untuk sediaan obat suspensi oral apabila terdapat partikel kecil yang mengambang itu normal. 
Penyimpanan obat yang baik
Agar obat tidak cepat kadaluarsa sebelum masa kadaluarsa yeng telah ditetapkan, penting bagi kita untuk menyimpan obat sesuai suhu yang tertera di sediaan obat. Hindari obat dari suhu ekstrim misal terkena sinar matahari secara langsung, disimpan di tempat lembab, dan disimpan di kulkas bersamaan dengan makanan atau minuman.
Ayooo… kalau bukan Anda yang mulai siapa lagi
Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk share artikel ini kepada kerabat dan juga keluarga dirumah yaaa, Salam Semakin Sehat Dari Kami Keluarga Besar RS Betha Medika