Diposkan pada 18 July 2018

 

Rontgen adalah tindakan menggunakan radiasi untuk mengambil gambar bagian dalam dari tubuh seseorang. Utamanya, rontgen digunakan untuk mendiagnosa masalah kesehatan dan yang lainnya untuk pemantauan kondisi kesehatan yang ada. Terdapat berbagai jenis rontgen, masing-masing dengan kegunaan yang spesifik.

Adapun bagian tubuh yang dapat dilakukan pemeriksaan rongent diantaranya adalah :

1. Kepala

Kepala dapat dilakukan pemeriksaan rongent untuk melihat bagian dari kepala yang terdapat kelainan, salah satunya trauma akibat kecelakaan. Untuk persiapan rongent kepala apabila pasien menggunakan anting-anting dapat di lepas terlebih dahulu agar tidak mengganggu gambaran kepala pasien tersebut.

2. Dada

Dada dapat dilakukan pemeriksaaan rongent untuk melihat bagian dari rongga dada, yaitu jantung, paru, pembuluh darah, saluran pernafasan. Tulang dada, tulang rusuk. Persiapan yang dilakukan untuk melakukan foto rongent dada yaitu pasien mengganti baju dengan baju pasien yang sudah tersedia di ruangan pemeriksaan, baju dalam pasien di lepas, untuk wanita jika menggunakan pakaian dalam ( bra ) harus membukanya terlebih dahulu karena bra terdabat besi yang dapat mengganggu gambaran dada pasien. Dan untuk pasien yang menggunakan kalung, kalungnya harus di lepas terlebih dahulu karena akan mengganggu gambaran pada dada kan akan menyebabkan dokter salah membaca foto dada pasien.

3. Anggota gerak atas dan bawah

Anggota gerak atas dan bawah yang dapat dilakukan pemeriksaan rongent diantaranya, yaitu tangan, pergelangan tangan, kaki, lutut, tungkai, pergelangan kaki, dan pinggul. Rontgen anggota gerak ini biasanya diperlukan untuk menemukan dan memeriksa cedera serta penyakit seperti patah tulang dan pergeseran.

4. Perut

Perut dapat dilakukan pemeriksaan rongent untuk melihat gangguan yang terjadi di area perut, salah satunya yaitu batu ginjal, batu pada kandung kencing, persiapan yang harus dilakukan yaitu apabila pasien menggunakan baju yang terdapat banyak manik-manik harus diganti dengan baju yang sudah disediakan di ruang pemeriksaan dan apabila pasien menggunakan celana yang terdapat resleting dan benda berbahan logam, maka pasien harus membuka celana tersebut dan petugas akan menutupnya dengan selimut apabila pasien tidak memakai celana dalam untuk kenyamanan pasien tersebut.

5. Tulang belakang

Pemeriksaan rongent dapat membantu dalam menemukan penyakit dan cedera yang mengenai tulang belakang, sendi, serta diskusnya (cakram atau bantalan antar tulang). Beberapa contoh masalah kesehatan yang terdiagnosis dengan sinar-x tulang belakang adalah patah di tulang belakang, dislokasi (pergeseran), masalah pada diskus, infeksi, dan tumor, dan beberapa lainnya. Rontgen tulang belakang paling sering digunakan untuk mendiagnosis masalah yang berhubungan dengan tulang belakang seperti skoliosis (kelainan bentuk tulang belakang) atau spina bifida (cacat tabung saraf). Terdapat beberapa subtipe rontgen tulang belakang tergantung pada bagian tertentu dari tulang belakang. Pasien mungkin memerlukan rontgen pada leher, toraks (dada), sakrum atau tulang ekor, atau lumbosaral.

 

6. Pelvis (pinggul)

Pemeriksaan rongent pada bagian pelvis salah satunya untuk melihat ada trauma pada bagian pinggul, adanya dislokasi pada pinggul

Karena pemeriksaan rongent menggunakan radiasi, setiap pemeriksaan atau tindakan rongent harus dilengkapi dengan surat perintah dari dokter yang tempat anda berobat atau diperiksa. Semoga bermanfaat dan salam semakin sehat, dari kami keluarga besar RS Betha Medika.