Diposkan pada 22 December 2017

?Selamat Pagi Sahabat RS Kartika Kasih semoga semua dalam keadaan sehat selalu.

Kami akan berbagi tips tentang Pedoman Gizi Seimbang dengan pakar Gizi kami di RS Kartika Kasih yaitu Pak Dea Perdana Rifai. AMG

PEDOMAN GIZI SEIMBANG

Sejak tahun 1955 gizi seimbang telah diimplementasikan dengan slogan “4 sehat 5 sempurna” hingga tahun 1990. sejak tahun 1990 an slogan “4 sehat 5 sempurna” dinilai tidak sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi gizi sehingga pedoman untuk gizi seimbang berganti menjadi 13 pedoman umum gizi seimbang. Pedoman ini terus di sosialisasikan kepada masyarakat namun masih banyak masalah dan kendala dalam sosialisasi Gizi Seimbang sehingga harapan untuk merubah perilaku gizi masyarakat ke arah perilaku gizi seimbang belum sepenuhya tercapai. Konsumsi pangan belum seimbang baik kuantitas maupun kualitasnya, dan perilaku hidup bersih dan sehat belum memadai.

Terkait dengan hal ini maka perlu dibuat pedoman baru tentang gizi seimbang yang tidak hanya menyangkut tentang aturan konsumsi pangan harian namun bagaiaman juga mengatur pola hidup sehat.kemudian pada tahun 2014 terbit PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN GIZI SEIMBANG yang membuat berbagai poin poin gizi seimbang dan pola hidup sehat.

Tujuan dari pedoman gizi seimbang terbaru ini bertujuan untuk memberikan panduan konsumsi makanan sehari-hari dan berperilaku sehat berdasarkan prinsip konsumsi anekaragam pangan, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik, dan memantau berat badan secara teratur dalam rangka mempertahankan berat badan normal.

Gizi yang tidak optimal baik gizi kurang, gizi buruk atau gizi lebih berkaitan dengan kesehatan yang buruk, dan akan meningkatkan risiko penyakit infeksi, dan penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah, hipertensi dan stroke), diabetes serta kanker yang merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Lebih separuh dari semua kematian di Indonesia merupakan akibat penyakit tidak menular. Sebagian besar penyakit tidak menular terkait-gizi di atas berasosiasi dengan kelebihan berat badan dan kegemukan yang disebabkan oleh kelebihan gizi. Data Riskesdas 2007, 2010, 2013 memperlihatkan kecenderungan prevalensi obese (IMT > 27) semua kelompok umur. Anak balita 12,2%, 14% dan 11,9%; usia 6-19 tahun (Riskesdas 2007, 2010) naik dari 5,2% menjadi 5,9%; orang dewasa dan usia lanjut (Riskesdas 2007, 2010) naik dari 21,3% menjadi 22,8%. Pada Riskesdas 2013 lakilaki obese 19,7% dan perempuan 32,9% [Depkes, 2008; Kemenkes, 2010, 2013]. Kelebihan gizi ini timbul akibat kelebihan asupan makanan dan minuman kaya energi, kaya lemak jenuh, gula dan garam; tetapi kekurangan asupan pangan bergizi seperti sayuran, buah-buahan dan serealia utuh, serta kurang melakukan aktivitas fisik.

Pedoman Gizi Seimbang baru ini sebagai penyempurnaan pedoman-pedoman yang lama, bila diibaratkan rumah maka ada 4 (empat) pilar prinsip yang harus dipenuhi agar rumah tersebut dapat berdiri, yaitu :
1.Mengonsumsi makanan beragam. Tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan kesehatannya, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan;
2.Membiasakan perilaku hidup bersih, perilaku hidup bersih sangat terkait dengan prinsip Gizi Seimbang;
3.Melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara pengeluaran energi dan pemasukan zat gizi kedalam tubuh;
4.Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) dalam batas normal. Memantauan BB normal merupakan hal yang harus menjadi bagian dari ‘Pola Hidup’ dengan ‘Gizi Seimbang’, sehingga dapat mencegah penyimpangan BB dari BB normal, dan apabila terjadi penyimpangan maka dapat segera dilakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.

Oke Sahabat itulah pedoman Gizi Seimbang untuk kehidupan kita sehari - hari. semoga bermanfaat dan menambah informasi.

PESAN PESAN UMUM GIZI SEIMBANG:
1.SYUKURI DAN NIKMATI ANEKARAGAM MAKANAN;
2.BANYAK MAKAN SAYURAN DAN CUKUP BUAH-BUAHAN;
3.BIASAKAN MENGONSUMSI LAUK PAUK YANG MENGANDUNG PROTEIN TINGGI;
4.BIASAKAN MENGONSUMSI ANEKARAGAM  MAKANAN POKOK;
5.BATASI KONSUMSI PANGAN MANIS, ASIN DAN BERLEMAK;
6.BIASAKAN SARAPAN;
7.BIASAKAN MINUM AIR PUTIH YANG CUKUP DAN AMAN;
8.BIASAKAN MEMBACA LABEL PADA KEMASAN PANGAN;
9.CUCI TANGAN PAKAI SABUN DENGAN AIR BERSIH MENGALIR;
10.LAKUKAN AKTIVITAS FISIK YANG CUKUP DAN PERTAHANKAN BERAT BADAN NORMAL

Salam hangat dari kami RS Kartika Kasih