Diposkan pada 20 December 2017

Selamat pagi Sahabat RS kartika Kasih, mudah - mudah sehat selalu
Sedang banyak yang diperbincangkan yaitu tentang  VIrus Difteri, apa itu Difteri? Difteri adalah infeksi yang disebebkan oleh bakteri Corynebacterium. Gejalanya berupa sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan di amandel dan tenggorokan. dalam kasus parah infeksi bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti Jantung dan Sistem Saraf.

Ada sejumlah cara penularan yang perlu diwaspadai yaitu:
1. Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita batuk dan bersin. ini merupakan cara penularan difteri yang paling umu
2. Barang - barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri contoh nya mainan, handuk, botol bekas minuman, dll
3. Sentuhan langsung pada luka borok ( ulkus ). akibat difteri dikulit penderita. penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal dilingkungan padat penduduk dan kurang menjaga kebersihan lingkungan.

Gejala difteri akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel - sel sehat dalam tenggorokan. sehingga akhirnya menjadi sel - sel yang mati inilah yang kan membentuk membran (lapisan tipis). abu abu pada tenggorokan.

Gejala difteri pada umumnya memiliki masa inkubasiatau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gaejala - gejala penyakit ini meliputi:
1. terbentuknya lapisan tipis berwarna abu - abu yang menutupi tenggorokan dan amandel
2. Deman dan menggigil
3. Sakit tenggorokan dan suara serak
4. Sulit bernafas atau nafas yang cepat
5. Pembengkakan kelenjar limfe pada leher
6. Lemas dan lelah
7. Flu, awalnya cair lama kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah

Mengapa suatu daerah dikatakan sebagai KLB difteri?
Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) munculnya KLB (Kejadian Luar Biasa) difteri dibeberapa daerah indonesia merupakan indikasi bahwa program imunisasi Nasional tidak mencapai sasaran. Salah satu penyebabnya adalah kampanye negatif soal vaksin yang menyebabkan para orangtua menolak pemberian vaksin untuk anaknya.

Oleh karena itu ,IDAI menghimbau pada orangtua terutama yang tinggal di daerah yang ditetapkan KLB Difteri untuk melakukan upaya penggulangan penyebaran difteri dengan cara :
1. Kenali tanda dan gejala difteri
2. Segera ke puskesmas atau rumah sakit terdekat apabila anak mengeluh nyeri tenggorokan disertai suara berbunyi seperti mengorok, terutama jika anak dibawah usia 15 tahun
3. Bila dicurigai menderita difteri, anak harus segera mendapat perawatan dirumah sakit
4. Untuk memutus rantai penularan maka seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah juga harus diperiksa dokter dan mendapatkan pengobatan
5. Anggota keluarga yang dinyatakan sehat harus segera mendapatkan vaksin DPT. Jika belum pernah sama sekali imunisasi DPT maka diberikan imunisasi Primer DPT sebanyak 3 kali dengan interval masing masing 4 minggu. bila pernah imunisasi DPT namun belum lengkap maka harus dilengkapi. konsultasikan ke dokter untuk pencegahan

Penting untuk diketahui adalah bahwa setelah imunisasi DPT biasanya akan timbul Demam, Bengkak, dan nyeri ditempat bekas suntikan. ini adalah gejala normal dan akan membaik dalam beberapa hari.