Diposkan pada 14 February 2018

 


Sahabat Betha..! Selamat Pagi, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi seputar kesehatan,.....Untuk Kali ini Kepala Ruangan Unit Rawat Inap Atas RS Betha Medika,Melis Sulastri,Am.Kep akan berbagi informasi seputar " Bahaya Perokok Pasif " mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan ya.........
Sudah tahukan anda, tidak merokok itu bukan berarti terbebas dari segala jenis penyakit yang disebabkan oleh rokok? 
Perokok terdapat 2 tipe yaitu perokok aktif dan perokok pasif. perokok aktif adalah orang yang menghisap rokok secara langsung. Sedangkan, Perokok pasif adalah orang yang tidak secara langsung merokok akan tetapi menghirup asap rokok dari orang-orang yang merokok disekitarnya.
Perokok aktif dan pasif menimbulkan bahaya bagi kesehatannya. Semakin sering orang terkena asap rokok semakin tinggi risiko gangguan kesehatan yang di alaminya. Bahkan perokok pasif bisa lebih bahaya dibandingkan perokok aktif. Saat seorang merokok, sebagian besar asapnya tidak masuk paru-paru perokok. Namun sebagian rokok dilepaskan ke udara dan bertahan sekitar dua hingga tiga jam, sehingga asapnya dihirup oleh orang disekelilingnya atau perokok pasif.Menurut dr. Widyastuti Soerojo dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, sebanyak 25% zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok aktif dan 75% beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang yang disekelilingnya. 
 Adapun risiko pada perokok pasif yang timbul akibat asap rokok adalah :
1. Pada orang dewasa yang tidak merokok
Dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker paru-paru sebanyak 25%, selain itu juga dapat mengakibatnya penyakit jantung koroner, nyeri dada, dan gagal jantung. Asap rokok yang dihirup juga dapat menyebabkan adanya pengerasan arteri atau aterosklerosis disebakan oleh lemak, kolestrol dan zat lainnya (seperti bahan kimia pada rokok).
2. Pada Ibu hamil
Wanita hamil yang dalam masa kehamilannya terpajan asap rokok berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi seperti keguguran, bayi dengan berat badan lahir rendah.
3. Pada anak-anak
Anak-anak yang menghirup asap rokok lebih berisiko terserang kondisi seperti : Asma, Pnemunia, Bronkhitis, ISPA.
Adapun beberapa tips untuk mengurangi risiko menjadi perokok pasif :
1. Menciptakan lingkungan rumah yang terbebas dari asap rokok untuk menjaga kesehatan keluarga.
2. Memastikan pengunjung atau tamu tidak merokok didalam rumah
3. Menyediakan ruang khusus untuk merokok
4. Menjaga jarak dengan perokok aktif atau menggunakan masker.


Sahabat Betha..! Selamat Pagi, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi seputar kesehatan,.....Untuk Kali ini Kepala Ruangan Unit Rawat Inap Atas RS Betha Medika,Melis Sulastri,Am.Kep akan berbagi informasi seputar " Bahaya Perokok Pasif " mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan ya.........
Sudah tahukan anda, tidak merokok itu bukan berarti terbebas dari segala jenis penyakit yang disebabkan oleh rokok? 
Perokok terdapat 2 tipe yaitu perokok aktif dan perokok pasif. perokok aktif adalah orang yang menghisap rokok secara langsung. Sedangkan, Perokok pasif adalah orang yang tidak secara langsung merokok akan tetapi menghirup asap rokok dari orang-orang yang merokok disekitarnya.
Perokok aktif dan pasif menimbulkan bahaya bagi kesehatannya. Semakin sering orang terkena asap rokok semakin tinggi risiko gangguan kesehatan yang di alaminya. Bahkan perokok pasif bisa lebih bahaya dibandingkan perokok aktif. Saat seorang merokok, sebagian besar asapnya tidak masuk paru-paru perokok. Namun sebagian rokok dilepaskan ke udara dan bertahan sekitar dua hingga tiga jam, sehingga asapnya dihirup oleh orang disekelilingnya atau perokok pasif.Menurut dr. Widyastuti Soerojo dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, sebanyak 25% zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok aktif dan 75% beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang yang disekelilingnya. 
 Adapun risiko pada perokok pasif yang timbul akibat asap rokok adalah :
1. Pada orang dewasa yang tidak merokok
Dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker paru-paru sebanyak 25%, selain itu juga dapat mengakibatnya penyakit jantung koroner, nyeri dada, dan gagal jantung. Asap rokok yang dihirup juga dapat menyebabkan adanya pengerasan arteri atau aterosklerosis disebakan oleh lemak, kolestrol dan zat lainnya (seperti bahan kimia pada rokok).
2. Pada Ibu hamil
Wanita hamil yang dalam masa kehamilannya terpajan asap rokok berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi seperti keguguran, bayi dengan berat badan lahir rendah.
3. Pada anak-anak
Anak-anak yang menghirup asap rokok lebih berisiko terserang kondisi seperti : Asma, Pnemunia, Bronkhitis, ISPA.
Adapun beberapa tips untuk mengurangi risiko menjadi perokok pasif :
1. Menciptakan lingkungan rumah yang terbebas dari asap rokok untuk menjaga kesehatan keluarga.
2. Memastikan pengunjung atau tamu tidak merokok didalam rumah
3. Menyediakan ruang khusus untuk merokok
4. Menjaga jarak dengan perokok aktif atau menggunakan masker.
Kalau tidak merokok saja bisa berbahaya karena menjadi perokok pasif, apalagi tentunya kalau merokok. Mari kita budayakan diri dan lingkungan kita agar tidak merokok
Semoga bermanfaat untuk semua para pembaca ya.
Salam semakin sehat, dari kami keluarga besar RS Betha Medika.


Semoga bermanfaat untuk semua para pembaca ya.
Salam semakin sehat, dari kami keluarga besar RS Betha Medika.