Diposkan pada 6 March 2019

 

Luka dekubitus juga dikenal dengan istilah luka tekan (pressure ulcer / bedsores). Luka dekubitus adalah luka terbuka pada permukaan kulit yang sering muncul pada orang yang mengalami hambatan dalam pergerakan atau (mobilitas fisik) terutama dijumpai pada lansia, penyandang disabilitas atau pada orang yang terlalu lama terbaring di tempat tidur dan kondisi lain yang mempengaruhi aliran darah, seperti diabetes tipe 2 yang mana dapat meningkatkan risiko terbentuknya luka (ulkus decubitus). Tingkat keparahan ulkus decubitus dapat bervariasi ,mulai dari lebam, kemerahan pada kulit, hingga luka terbuka pada kulit yang dapat memperlihatkan otot bahkan tulang.

Dekubitus muncul dimana pada saat kulit menerima tekanan kuat dalam waktu singkat atau tekanan ringan namun dalam waktu yang cukup lama. Penekanan yang demikian pada kulit akan menyebabkan gangguan aliran darah sehingga daerah tersebut mengalami kekurangan oksigen dan makanan. Kurangnya pasokan oksigen dan makanan menyebabkan jaringan menjadi rusak dan membentuk luka (ulkus). gangguan aliran darah pada kulit dalam jangka waktu lama, juga menyebabkan tidak adanya sel darah putih yang diperlukan untuk memerangi infeksi. Ketika ulkus sudah terbentuk pada kulit, bakteri dapat menginfeksi dan merusak jaringan kulit.

Berikut beberapa gejala ulkus decubitus yang sering kali terjadi pada bagian tubuh yang tidak memiliki jaringan lemak yang tebal serta sering mengalami kontak dengan tempat tidur atau kursi roda.

Bahu dan belikat,
Siku,
Belakang kepala atau sisi kepala,
Belakang lutut, tumit, dan pergelangan kaki
Sekitar tulang belakang
Sekitar tulang ekor
Bokong

Tanda gejala umum pada penderita ulkus dekubitus adalah :

Perubahan warna kulit
Bengkak.
Muncul cairan ( nanah)
Perubahan suhu kulit
Luka terbuka pada kulit
Kulit menjadi lunak atau lebih keras dibandingkan jaringan sekitarnya

Berdasarkan tahap perkembangan gejala, ulkus dekubitus dibagi menjadi beberapa tingkatan (grade), yaitu :

Dekubitus tingkat 1

Merupakan dekubitus ringan yang ditandai dengan perubahan warna kulit kemerahan atau ungu kebiruan. Pada tingkat ini kulit masih dalam keadaan utuh dan tidak melepuh. Namun kulit terasa hangat, lunak, keras, terasa gatal dan sakit.

Dekubitus tingkat 2

Pada tingkat 2 ini kulit pada daerah yang mengalami ulkus mengalami kerusakan di bagian kulit luar (epidermis) dan kulit dalam (dermis). Daerah ulkus akan terlihat seperti luka terbuka atau melepuh.

Dekubitus Tingkat 3

Pada tingkat 3 ini kulit mengalami kerusakan secara menyeluruh. Kerusakan kulit ini diikuti dengan kerusakan jaringan lemak di bawahnya sehingga terlihat seperti lubang pada kulit.

Dekubitus Tingkat 4

Pada tingkat 4 ini mengalami kerusakan yang parah , disertai nekrosis atau kematian pada jaringan lainnya di sekitar ulkus, seperti jaringan otot dan tulang. 

Cara merawat dan mencegah decubitus :

1. Mengganti Posisi tubuh  

2. Jangan menggosok kulit dan bagian yang luka terlalu keras

3. Gunakan Krim Pelembab kulit

4. Jaga permukaan selalu bersih dan kering

5. Gunakan alas berupa guling atau bantal pada area yang bersentuhan dengan ranjang ( umumnya area bokong, tulang ekor, tumit dan betis)

6. ganti posisi 1-2 jam untuk mengurangi tekanan atau gesekan pada satu bagian saja.

7. Menjaga nutrisi dan pola makan

8. Tetap lakukan control ke dokter secara berkala untuk perawatan lebih lanjut.

Semoga bermanfaat, jangan lupa untuk share artikel ini kepada kerabat dan keluarga dirumah ya.

Salam semakin sehat dari kami, Keluarga Besar RS Betha Medika.