Diposkan pada 31 October 2018

 

Sahabat Betha..!

Selamat Pagi, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi penting untuk para pembaca setia kami,.. Kali ini Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS Betha Medika, dr. Kartika Noviani Widyaningsih,Sp.KK akan berbagi informasi seputar " Perawatan Kulit Pada Penderita Eksim " 
mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita semua tentang dunia kesehatan ya :)


Apakah anda atau keluarga anda memiliki dermatitis atopik (DA) atau eksim? Apabila iya, semoga artikel ini akan dapat membantu anda mengenali penyakit ini lebih jauh lagi.
Dermatitis atopik  atau yang lebih dikenal dengan eksim merupakan peradangan kulit berupa dermatitis bersifat kronik berulang, disertai rasa gatal, timbul pada tempat predileksi tertentu, dan berhubungan dengan penyakit atopi lainnya, misalnya rhinitis alergika, konjungtivitis alergik, dan asma bronkial. Eksim dapat terjadi pada bayi, anak dan dewasa. 
Faktor penyebab eksim terbagi 2 yaitu faktor intriksik/non alergi dan ekstrinsik/alergi. Factor intrinsik meliputi faktor genetik, gangguan fungsi sawar kulit, imunologis dan psikologis. Sedangkan faktor ekstrinsik yaitu lingkungan, misalnya berbagai bahan iritan, poutan, allergen hirup maupun makanan. Akibat interaksi kedua factor tersebut mengakibatkan kulit kering, rasa gatal dan gejala objektif berupa lesi kulit.
Gejala khas pada eksim adalah rasa gatal, dapat sangat berat sehingga mengganggu tidur. Gambaran lesi kulit dapat berupa bercak merah hingga bercak tebal kehhitaman, bintil, kulit bersisik, lecet dan bernanah. Menurut Hill dan Sulzberger dermatitis atopik terbagi menjadi 3 fase yaitu; (1) Fase bayi (usia 0 – 2 tahun) lesi mulai di area pipi dan kulit kepala, dahi, telinga, leher, dan kadang badan serta seiring bertambah usia lesi dapat mengenai lengan dan tungkai bagian luar. Lesi bersifat akut, berupa bercak, bruntusan dan bintil kemerahan, lepuh, lecet, serta  keropeng; (2) Fase anak (usia  tahun - pubertas) lesi simetris di daerah pergelangan tangan, tangan, kaki, lipatan lengan dan lutut, leher dan area bawah bokong. Bersifat kronik dan lesi lebih kering, berupa bercak merah menebal, sisik, lecet dan keropeng; (3) Fase dewasa (usia pubertas - dewasa) lokasi pada lipatan , wajah, leher, lengan atas, punggung tangan, kaki, jari tangan dan jari kaki. Lesi kering, berupa bercak merah, sisik, dan penebalan kulit. 
 Pengobatan eksim ini bersifat komprehensif, perlunya pemberian edukasi mengenai terapi yang tepat dan benar kepada orang tua, pengasuh dan pasien, agar dapat melaksanakan pengobatan, dan perawatan dengan tepat dan efektif. Orang tua, pengasuh dan pasien diberi penjelasan tentang apa itu eksim, gejala, penyebab, faktor pencetus, prognosis, dan tata laksana. Hal terpenting dalam keseharian individu dengan eksim yaitu perawatan kulit penderita eksim.
Perawatan kulit pada penderita eksim diantaranya mandi 1 – 2 kali sehari, menggunakan air hangat kuku, lama mandi 10-15 menit. Gunakan sabun yang mengandung pelembab,surfaktan ringan,  pH 5,5 – 5, tidak mengandung pewangi dan zat pewarna. Pelembab sangat penting bagi penderita eksim, pelembab perlu dioleskan segera setelah mandi. Memakai pakaian yang ringan, lembut, halus dan dapat menyerap keringat. 
Pencegahan dan menghindari faktor pencetus eksim merupakan bagian yang sangat penting dalam perawatan eksim. Diantaranya menghindari bahan iritan yang sering digunakan sehari-hari seperti sabun antiseptik, deterjen, sabun cair pencuci piring, desinfektan, dan sebagainya. Bahan allergen seperti tungau debu rumah, binatang peliharaan, dan serbuk bunga pun perlu dihindari, selain itu makanan kacang, biji-bijian, diary product juga seringkali mencetuskan kambuhnya eksim. Selain faktor-faktor diatas, suu ekstrim panas atau dingin, serta stress pun merupakan faktor pencetus tersering.
Penggunaan pelembab secara ruutin merupakan pengobatan lini pertama pada eksim. Tentunya pelembab yang digunakan harus mengandung bahan humektan, emolien, dan oklusif. Penggunaan pelembab dianjurkan dalam waktu 3 menit setelah mandi, dan dapat diulang 2 - 3 kali sehari atau lebih sering ketika kulit terasa kering. Pastikan juga jumlah pelembab yang dioleskan cukup, tidak terlalu tipis atau tebal, yaitu kisaran 100-200 gr/minggu pada anak, dan 200-300 gr/minggu pada dewasa. 
Pada saat eksim sedang aktif, gunakan pelembab bersama dengan obat anti radang topikal. Gunakan pelembab berminyak pada kulit kering dan pelembab yang mengandung lebih banyak air untuk lesi radang dan kemerahan. Pada kulit yang tidak terlalu kering, wajah, dan kulit berambut penggunaan pelembab yang lebih baik digunakan dalam bentuk lotion. 
Untuk eksim yang aktif dan disertai infeksi bakteri atau lebih dikenal dengan eksim basah, untuk mengeringkannya kita dapat lakukan kompres basah menggunakan cairan kompres NaCl 0,9% atau cairan antiseptik asam salisilat 0,1%. Kompres dilakukan 2-3 kali/hari sampai lesi mengering dan bersih. Jika lesi tidak membaik segera kunjungi dokter kulit terdekat dan hindari memberi obat sendiri di apotek atau took obat.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian, salam semakin sehat dari kami keluarga besar Rumah sakit Betha Medika.