Diposkan pada 9 January 2018

Selamat pagi Sahabat RS Kartika Kasih.. semoga dalam keadaan sehat selalu.
Sahabat Kartika Kasih kami ingin berbagi ilmu, terutama untuk ibu hamil atau bumil, yaitu mengenai PENYEBAB NYERI PERSALINAN  DAN MENGATASI NYERI PERSALINAN.
ada Bidan senior yang akan berbagi ilmu yaitu Ibu Bidan Tutik Agus Setyowati. Am.Keb. beliau sudah berbabung di RS Kartika Kasih dari tahun 2008 sampai sekarang.

Agar mampu mengatasi rasa nyeri saat partus,ibu hamil perlu mengetahui faktor faktor penyebabnya terlebih dahulu.Sebanyak 90% rasa nyeri dalam persalinan disebabkan oleh faktor fungsional,sedangkan sisanya 10% disebabkan oleh faktor fisik.Tiga faktor fungsional yang mendasari timbulnya nyeri persalinan,yaitu:
1.Relaksasi otot yang tidak sempurna
Hal ini mungkin disebabkan karena ibu hamil merasa takut atau tegang terhadap rasa nyeri yang mungkin timbul selama bersalin.Sebenarnya uterus hanya  memiliki sedikit reseptor nyeri sehingga kontraksi itu sendiri semestinya tidak menyebabkan nyeri.Tetapi peregangan uterus itulah yang menyebabkan ketegangan jaringan otot di sekitarnya(otot perut,punggung,dan daerah panggul)sehingga secara tidak langsung  selagi bersalin akan menimbulkan rasa nyeri.
2.Tehnik pernafasan yang tidak sempurna
Ibu yang merasa takut dan cemas akan bernafas cepat dan dangkal,sehingga bukan saja menyebabkan turunnya kadar oksigen dalam uterus dan tubuh bayi (yang dapat memperberat rasa nyeri ke seluruh otot rangka.Rasa nyeri bersalin adakalanya dapat sedikit di kurangi dengan menarik nafas teratur.Tarikan nafas yang lambat dan dalam biasanya sangat bermanfaat karena secara alamiah dapat mengurangi ketegangan otot-otot sehingga secara tidak langsung akan mengurangi rasa nyeri yang timbul.
3.Posisi tubuh ibu yang tidak tepat
Beberapa posisi tubuh tertentu dapat meningkatkan rasa nyeri,tetapi ada juga yang sebaliknya(dapat mengurangi rasa nyeri).Kesalahan posisi ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu atau tidak adanya bantuan dari tenaga penolong(dokter atau bidan)untuk menentukan posisi yang tepat pada saat partus.
Sedangkan factor factor fisik,antara lain:
1.Posisi bayi(dalam kandungan)yang sulit
2.Ukuran tubuh bayi
3.Kondisi tertentu pada ibu,seperti tekanan darah tinggi,kesehatan yang menurun,atau kelelahan
4.Perengangan(penipisan dan dilatasi)cervik
Persepsi dan daya tahan(toleransi)terhadap rasa nyeri pada masing masing perempuan tidaklah sama.Ada wanita yang mengalami rasa nyeri lebih awal,tetapi ia sanggup menahannya dalam waktu lama.Ada pula yang tidak merasakan nyeri pada awalnya,tetapi jika nyeri timbul,ia sanggup menahan nyeri dalam waktu singkat.Tidak ada teori yang pasti mengenai hal tersebut,tetapi idealnya ibu hamil sebaiknya jangan sampai merasakan nyeri bersalin yang berkepanjangan,sehingga dapat melalui persalinannya dengan baik.Pada umumnya rasa nyeri akan semakin dirasakan bila ibu hamil dalam keadaan lelah,merasa takut,cemas,kesepian,atau kandung kemih dalam keadaan penuh.
Pada saat rasa nyeri  mulai timbul,ibu hamil dapat menguranginya dengan mengambil posisi senyaman mungkin atau adakalanya dokter memberi obat pereda nyeri.
MENGATASI NYERI PERSALINAN
Bnyak perempuan jaman sekarang yang takut melahirkan secara normal.Di lain pihak,ibu hamil Yang merasa takut saat melahirkan akan mengalami ketegangan dan ketegangan itulah yang membuat rasa nyeri bersalin semakin bertambah.
Secara umum,nyeri persalinan disebabkan oleh 3faktor:emosional,fungsional,dan psikologis.Dengan mengetahui factor  penyebab ini,ibu hamil diharapkan lebih lebih mampu mengatasi nyeri persalinan.Selain itu,ibu hamil perlu menyadari bahwa rasa nyeri persalinan,dalam taraf tertentu,tergolong hal yang normal dan fungsional,karena memberitahu tubuh mengenai apa yang sedang dialami dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.
1.Faktor Lingkungan
Lingkungan adalah factor yang dapat di kendalikan.Dengan membuat ibu hamil lebih nyaman,maka ia akan lebih mampu untuk bersikap rileks dan berkonsentrasi terhadap tugas-tugasnya.
- Cahaya:Kebanyakan ibu hamil merasa bahwa ruangan yang temaram membuatnya lebih mudah untuk berelaksasi.Untuk itu,dapat di gunakan tirai,alat pengukur cahayalampu,dll.
-Kesunyian:Saat ibu mengalami kontraksi,sebaiknya jangan ada yang bertanya,jangan mengatakan hal-hal yang tidak perlu,dan bicaralah dengan suara lembut agar ibu hamil merasa  tenang.
- Dukungan:Kehadiran suami,orang tua,sanak saudara,atau teman dekat untuk menemani selama proses persalinan berlangsung dapat membantu menenangkan pikiran ibu hamil.
- Musik:Jenis music yang dapat membuat diri ibu hamil rileks dapat di pilih sesuai kesukaan ibu.
- Aromaterapi:Metode pengobatan alternative atau komplementer ini dirancang untuk meredakan ketegangan dan meningkatkan relaksasi pada ibu hamil dengan menggunakan berbagai minyak aromatic,seperti lavender.
2.Faktor Fisik
- Pemijatan:Pemijatan yang dilakukan terhadap  bagian tubuh tertentu pada ibu yang   akan melahirkan bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri.
- Pernafasan:Pengaturan pernafasan akan membuat ibu yang akan melahirkan menjadi lebih rileks.Hindari pernafasan yang cepat dan dalamkarena dapat mengakibatkan keadaan hyperventilasi yang akan mengurangi kadar oksigen pada ibu dan bayi.
- Air:Saat ini telah dikenal metode partus dalam air atau water birth/Hydrobirthing.Pada metode ini,ibu hamil berendam di dalam air selama proses persalinan berlangsung.Metode ini memberi manfaat karena membuat ibu makin rileks,dapat mengurangi pembengkakan dan ketegangan.Keberadaa air di sekeliling tubuh menjadi penahan tubuh terhadap kontraksi uterus yang terjadi.Sangat efektif dilakukan pada saat fase aktif persalinan di mulai.
- Acupressure:Digunakan untuk membantu meredakan ketegangan dan menstimulasi persalinan dengan menekan titik titik tertentu pada tubuh.
-Posisi Tubuh:Posisi tubuh yang baik  dapat meredakan
 rasa nyeri,sekaligus memperlancar aliran darah ke uterus dan membuat ibu hamil merasa lebih nyaman
3.Faktor Mental dan Emosi
- Relaksasi:Latihan Relaksasi selama kehamilan bermanfaat membantu ibu hamil dalam mempersiapkan mental dan fisik untuk menghadapi persalinan.
- Dukungan:Dukungan dari suami,orang tua,teman atau keluarga dapat membuat ibu merasa nyaman dalam menjalani proses persalin