Diposkan pada 13 December 2017

Haloo Sahabat Betha! Semangat Pagi, Apa Kabar ? mudah-mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya..

Hari ini saya Apoteker Laras Tri Saputri akan menemani hari-hari pembaca dengan wawasan yang lebih menarik mengenai obat-obatan. Tidak hanya mengulas obat penyakit A, obat penyakit B, tapi sering kita dengan obat Paten dan Obat Generik. Apa sih itu? Mari kita pahami bersama.

Ketika kita berobat baik ke dokter pribadi, klinik, apotek dan rumah sakit seringkali kita mendengar kata obat generik dan obat paten, bahkan ada beberapa pasien meminta diberikan pengobatan dengan obat Paten. Pemilihan obat paten oleh pasien tentunya dengan sebuah alasan. Alasannya bisa karena obat generik ini memiliki harga yang murah, sehingga di anggap memiliki kualitas yang rendah dibandingkan obat paten dengan harga yang cukup signifikan dibanding obat generik. Perlu kita pahami bersama, di dalam dunia Farmasi dikenal dua jenis obat, yaitu obat paten dan obat generic.

Obat Paten

Apa sih obat Paten? Obat paten merupakan obat baru yang di produksi dan di pasarkan oleh sebuah perusahaan Farmasi yang memiliki hak paten untuk membuat obat baru tersebut, yang ditemukan dari serangkaian uji klinis sesuai aturan yang sudah ditetapkan oleh peraturan internasional oleh perusahaan Farmasi tersebut.

Biasanya masa paten dari obat tersebut adalah 15 – 20 tahun, artinya obat yang memiliki hak paten tersebut tidak boleh di produksi dan dipasarkan oleh perusahaan Farmasi lainnya tanpa seizing pemilik hak paten. Namun, jika masa patennya sudah habis, maka hak paten tidak dapat diperpanjang dan obat sudah dapat diproduksi dan diperoleh oleh perusahaan Farmasi lain dalam bentuk obat generic berlogo dan obat generic bermerek.

Kemudian, apa itu obat generic, obat generic berlogo dan obat generic bermerek?

Obat Generik

Obat generic adalah obat yang sudah habis masa patennya sehingga dapat diproduksi oleh perusahaan Farmasi tanpa membayar royalti. Obat generic memiliki kandungan zat aktif yang sama dengan obat paten, sehingga masyarakat tidak perlu meragukan obat generic. Obat generik pun memiliki efektifitas yang sama dengan obat paten, namun memiliki harga yanh jauh lebih murah. Kenapa? Karena obat generic tidak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukan riset penemuan  serta tidak perlu memerlukan biaya untuk pematenan obat. Kemudian, apa itu obat generic berlogo dan obat generic bermerek?

Obat generic berlogo merupakan obat yang penamaannya disesuaikan dengan zat aktif yang dikandung. Misalnya obat paracetamol dijual dengan nama “Paracetamol”. Sedangkan obat generic bermerek penamaannya disesuaikan dengan keinginan produsen Farmasi, misalnya produsen Farmasi X menjual dengan nama “Paracetamol X”. Lantas apa perbedaan antara obat generic berlogo dengan obat generic bermerek ?

Berikut beberapa perbedaan obat generic berlogo dengan obat generic bermerek. Pertama, kemasan obat generic berlogo lebih sederhana dengan obat generic bermerek. Obat generic bermerek menggunakan kemasan sesuai keinginan produsen. Kedua, dalam obat generic bermerek terdapat perbedaan pelarut obat dan beberapa zat tambahan, sehingga tidak heran obat generic bermerek lebih mahal dibanding obat generic berlogo. Ketiga, obat generic bermerek memiliki biaya promosi tambahan untuk menjual produknya.

Dari beberapa ulasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa obat generic memiliki efektifitas yang sama dengan obat paten. Harga yang murah belum tentu berkualitas lebih rendah. Jadi para pembaca tidak perlu takut untuk mengkonsumsi obat generic berlogo.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk para pembaca sekalian, salam semakin sehat dari kami, keluarga besar rumah sakit Betha Medika.