Lainnya

Menampilkan 1-5 dari 145 hasil
Diposkan pada 20 September 2017


Sahabat Betha..! Selamat Pagi, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi seputar kesehatan,.....
untuk kali Apoteker  RS Betha Medika, Laduna Aniq,S.Farm.,Apt akan berbagi informasi seputar " 
" mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan ya.........
Antibiotik atau antimikroba telah digunakan selama 70 tahun terakhir untuk mengobati pasien yang memiliki penyakit menular. Meluasnya penggunaan obat antibiotik yang tidak tepat saat ini menjadi ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat global karena menimbulkan berbagai permasalahan seperti pengobatan yang kurang efektif, tingginya biaya pengobatan, terutama resistensi bakteri terhadap antibiotik. Kini, resistensi antibiotik di berbagai belahan dunia semakin berkembang.
Menurut Center for Disease Control and Prevention setiap tahun di Amerika Serikat sekitar 2 juta orang terinfeksi bakteri yang resisten terhadap antibiotik dan setidaknya terdapat 23.000 orang meninggal setiap tahun karena infeksi. Data WHO menyebutkan pada tahun 2014 terdapat 480.000 kasus baru orang menderita MDR-TB (Multidrug-Resistant Tuberculocis) Paru di dunia. Perkembangan resistensi di berbagai belahan dunia dapat berdampak kepada kesakitan (morbiditas), kematian (mortalitas) dan juga biaya kesehatan.
Apa itu obat antibiotik?
Antibiotik atau antibakteri adalah zat-zat kimia yang dihasilkan oleh suatu mikroba (bakteri dan fungi) yang dapat menghambat perkembangbiakan atau mematikan mikroba (kuman) digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri yang merugikan manusia. Antibiotik bisa bersifat bakterisid (membunuh bakteri) atau bakteriostatik (mencegah berkembang biaknya bakteri) dan termasuk ke dalam penggolongan obat keras, dimana obat keras hanya dapat diperoleh dengan menggunakan resep dokter.
Bagaimana antibiotik bekerja ketika di dalam tubuh?
Cara kerja antibiotik ada 5 macam mekanisme, Pertama menghambat biosintesis dinding sel (menghilangkan kemampuan berkembang biak kuman), kedua mempengaruhi permeabilitas membran sel sehingga menimbulkan kebocoran dan kehilangan senyawa intraseluler, ketiga mengganggu fungsi ribosom bakteri, keempat fiksasi sub unit Ribosom 30 S dan yang kelima mengganggu metabolism asam nukleat.
Kapan obat antibiotik digunakan?
Antibiotik digunakan ketika untuk mengobati penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi terjadi bila bakteri mampu melewati pertahanan mukosa atau kulit dan menembus jaringan tubuh manusia. Pada umumnya tubuh berhasil mengeliminasi bakteri dengan respon imun yang dimiliki, tetapi jika bakteri berkembang biak lebih cepat daripada aktivitas respon imun, maka akan terjadi penyakit infeksi disertai tanda-tanda inflamasi (radang).
Studi menemukan bahwa sekitar 40-62% antibiotik digunakan secara tidak tepat, seperti pada penyakit-penyakit yang sebenarnya tidak memerlukan antibiotik. Untuk itu penggunaan antibiotik secara rasional dan bijak merupakan kunci pengendalian penyebaran bakteri yang resisten terhadap antibiotik, dan keterlibatan seluruh tenaga kesehatan profesional sangat dibutuhkan.
Apa yang dimaksud dengan resistensi antibiotik?
Resistensi antibiotik terjadi ketika mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus, dan parasit berubah ketika terpapar obat antimikroba (antibiotik, antijamur, antivirus, antimalarial dan antelmintik / obat cacing), dimana bakteri sudah tidak dapat lagi merespon obat yang pada awalnya sensitif menjadi tidak sensitif lagi terhadap obat, sehingga bakteri tidak terbunuh dan tidak dapat dihentikan perkembangbiakannya. Hal ini berarti obat tidak lagi efektif bekerja, infeksi menjadi lebih sulit dan mustahil untuk dikontrol, risiko penyebaran kepada orang lain juga meningkat, lama tinggal di rumah sakit menjadi panjang, ditambah biaya ekonomi dan sosial mengingat harga obat antibiotik semakin tinggi golongan yang digunakan untuk terapi pengobatan semakin mahal, serta risiko kematian lebih besar dua kali lipat dalam beberapa kasus penyakit infeksi bakteri yang non-resisten.
Resistensi tidak dapat dihilangkan, tetapi dapat diperlambat melalui penggunaan antibiotik yang bijak. Resistensi dapat terjadi akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat, misalnya kebiasaan pasien yang tidak patuh meminum obat antibiotik tidak dihabiskan,  swamedikasi (pengobatan sendiri) meggunakan antibiotik, bosan terlalu lama meminum obat, terutama kepatuhan penderita penyakit TB Paru obat tidak boleh sampai terlewat apalagi terputus. 
Pencegahan Resistensi Antibiotik
1. Dapatkan obat hanya di sarana Pelayanan Kefarmasian yang terpercaya dan memiliki izin resmi (Apotek, Rumah Sakit, Puskesmas). Pembelian obat antibiotik hanya boleh dengan menggunakan RESEP DOKTER dan tidak dijual secara bebas.
2. Gunakan obat antibiotik sesuai dengan indikasinya yaitu jika sudah jelas terdapat infeksi oleh bakteri didalam tubuh. Bagaimana cara kita untuk dapat mengetahui adanya infeksi atau tidak? Yaitu dengan cek uji laboratorium.
3. Gunakan obat antibiotik sesuai dengan petunjuk dan aturan pakai dan waktu yang tepat pada etiket obat. Buat jadwal waktu untuk meminum obat agar tidak lupa atau terlewat. Jika aturan pakai yang dianjurkan oleh dokter adalah:
a) 5 kali sehari maka obat diminum setiap 5 jam
b) 4 kali sehari, bagi dengan waktu 24 jam menjadi 6 jam sekali.
Contoh: obat diminum pada jam 7 pagi, 1 siang, 7 sore dan 1 malam
c) 3 kali sehari maka bagi waktu 24 jam menjadi 8 jam sekali.
Contoh: obat diminum pada jam 7 pagi, 3 sore dan 11 malam
d) 2 kali sehari diminum setiap 12 jam sekali.
Contoh: obat diminum pada jam 7 pagi dan 7 malam
e) 1 kali sehari maka minum setiap hari di jam yang sama
Pembagian jadwal aturan minum bisa disesuaikan kembali oleh pasien sesuai dengan kenyamanannya.
4. Tidak menyimpan bahkan memiliki stok obat antibiotika di rumah.
5. Penggunaan antibiotika tidak boleh terputus dan HARUS DIHABISKAN.
6. Penyimpanan obat taruh ditempat sejuk dan kering, terhindar dari cahaya langsung matahari, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak untuk menjaga kualitas obat tetap terjamin.
7. Jika terdapat alergi setelah meminum antibiotik hentikan pengobatan dan segera konsultasikan kepada dokter agar dapat diberikan terapi pengobatan yang sesuai. Bentuk alergi misalnya timbul kemerahan pada kulit (ruam), terasa panas, gatal, bahkan keluar bintil-bintil merah, terjadi pembengkakan di area tubuh, sesak, dan lain sebagainya.
8. Jaga pola hidup yang sehat untuk menjaga kualitas sistem pertahanan tubuh, sehingga dapat mencegah timbulnya gangguan atau penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri.
Jika Anda belum paham mengenai obat dan cara penggunaannya maka konsultasikan kepada Apoteker setempat. Yuk hati-hati gunakan obat. Tanya Obat? Tanya Apoteker.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk para pembaca sekalian, Salam semakin sehat untuk kita semua dari kami Keluarga Besar Rumah Sakit Betha Medika Sukabumi.

 

Diposkan pada 13 September 2017

 

Sahabat Betha..! Selamat Pagi, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi seputar kesehatan,.....
untuk kali Kepala Bidang Penunjang Medis RS Betha Medika, dr. Lusiana akan berbagi informasi seputar " Pentingnya Medical Check Up Tahunan !
" mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan ya.........

Kesehatan merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan setiap orang, karena aktivitas kehidupan kita bergantung pada kondisi tubuh yang sehat, namun gangguan kesehatan dapat timbul karena pola hidup, faktor makanan, pengaruh lingkungan atau karena faktor keturunan. Ibarat pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati” alangkah baiknya bila kita bisa mengantisipasi gangguan kesehatan dan melakukan upaya-upaya yang benar dalam mencegah timbulnya gangguan kesehatan itu. seperti penyakit jantung, paru, diabetes mellitus (kencing manis) dan ginjal pada dasarnya dapat dideteksi secara dini, dan bila sudah terdeteksi maka masih banyak cara agar penyakit tersebut tidak timbul atau bahkan tidak menjadi lebih berat.
Medical check up merupakan pemeriksaan kesehatan minimal yang  lengkap yang bertujuan untuk mengetahui status kesehatan dan  bukan untuk mendiagnosis gejala atau mengobati penyakit. Medical check up merupakan prevensi yang dapat dilakukan untuk menghindari kekecewaan dan gangguan kesehatan yang mendadak. Medical Check up atau pemeriksaan medis kerap dianggap tidak penting oleh masyarakat Indonesia, kebanyakan orang berpendapat hal ini tak penting karena masih merasa sehat dan muda.
Medical check up mencakup serangkaian wawancara dan pemeriksaan kesehatan. Jenis-jenis dan lingkup pemeriksaan kesehatan dalam medical check up bervariasi, tergantung keperluan dan permintaannya. Pada umumnya medical check up bertujuan untuk mendeteksi secara dini bila ada masalah kesehatan tersembunyi yang belum menunjukkan gejala, menentukan tingkat kebugaran dan kesehatan umum, proses rekrutment sebelum wawancara dengan dewan direksi perusahaan dimana tempat melamar kerja, dan  sebagai anggota baru dari suatu produk asuransi.
Medical check up dapat dilakukan oleh internis atau dokter umum yang berkualifikasi melakukannya. Prosedurnya dapat meliputi beberapa langkah berikut:
1. Wawancara riwayat kesehatan. Dokter akan menanyakan kondisi umum, penyakit dan operasi yang pernah Anda jalani atau obat-obatan yang diambil. Dia juga menanyai gaya hidup Anda, seperti apakah Anda merokok, pola makan Anda, apakah Anda teratur berolahraga dan lainnya. Dia juga akan menanyakan apakah ada penyakit tertentu yang menurun di keluarga Anda, seperti diabetes melitus, serangan jantung atau kanker.
2. Pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan diagnosis lebih lanjut untuk menentukan kesehatan umum, misalnya: pengukuran tekanan darah, detak jantung, denyut nadi, pemeriksaan pernapasan, kulit, abdomen, leher, kelenjar getah bening dan refleks saraf. Dokter juga perlu mengukur tinggi dan berat badan untuk menghitung indeks massa tubuh. 
3. Pemeriksaan pendukung. Dokter akan merujuk Anda untuk mendapatkan tes darah dan tes urin rutin di laboratorium. 
4. Wawancara akhir. Dalam wawancara akhir, dokter membahas hasil-hasil medical check up dengan Anda  dan langkah-langkah berikutnya. Dia akan menyusun profil risiko Anda dan memberikan saran-saran untuk meningkatkan tingkat kesehatan dan kebugaran Anda. Pemeriksaan lebih lanjut (mungkin oleh dokter rujukan), misalnya pemeriksaan EKG untuk penyakit jantung, hanya perlu dilakukan jika ada kecurigaan penyakit. Bila tingkat kesehatan Anda secara umum baik, medical check up berikutnya bisa Anda lakukan dua tahun kemudian.
Manfaat Medical Check Up secara garis besar :
- Mengetahui sedini mungkin kondisi kesehatan kita secara terperinci.
- Mencegah berkembangnya suatu kelainan atau penyakit.
- Melakukan pengobatan segera.
- Mencegah atau menunda terjadinya komplikasi penyakit.
- Menghemat biaya pengobatan.
- Memperpanjang usia produktif dan usia harapan hidup.
- Meningkatkan kualitas hidup.

Persiapan melakukan medical check up :
1. Istirahat dan makan yang teratur, dan dianjurkan untuk berpuasa 2 hari sebelum tes dilakukan. 
2. Berhentilah merokok dan minum beralkohol.
3. Perbanyak minum air mineral.
4. Jangan mengkonsumsi obat-obatan sehari sebelumnya, bila terpaksa anda mengkonsumsi obatan harap diberitahu kepada petugas laboratorium dan dokter pemeriksa.
Dengan melaksanakan medical check up secara berkala, minimal satu tahun sekali, kesehatan anda akan dapat termonitor dengan baik.
Medical check up diperlukan oleh perempuan dan laki-laki, baik anak muda maupun orang lanjut usia. Orang yang terlihat sehat pun perlu melakukan medical check up, terutama untuk memeriksa tingkat kesehatan serta kemungkinan adanya penyakit serius yang belum menunjukkan gejala. Maka dengan demikian medical check up merupakan investasi yang sangat berharga dan menguntungkan.
Rumah sakit Betha Medika sebagai rumah sakit pertama di kabupaten Sukabumi yang sudah memiliki berbagai dokter spesialis serta peralatan pemeriksaan penunjang yang canggih dan lengkap dapat dijadikan tempat tujuan anda untuk melakukan medical check up, sudahkan anda melakukan medical check up tahun ini?

Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian, salam sehat dari kami keluarga besar Rumah Sakit Betha Medika.

Diposkan pada 6 September 2017

 

Sahabat Betha..! Selamat Pagi, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi seputar kesehatan,.....
untuk kali Kepala Instalasi Unit Rekam Medis RS Betha Medika, Siti Muzdalifah Rohmah,Amd.RMIK akan berbagi informasi seputar " Apa Itu Rekam Medis ???
" mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan ya.........
Pernahkan anda bertanya-tanya dimana catatan pelayanan yang saya dapat ketika berobat ke rumah sakit disimpan? Atau anda pernah kebingungan ingin mengetahui riwayat penyakit anda dan obat yang pernah anda konsumsi sebelumya? Dan apakan anda pernah mengenal kata rekam medis?
Maka dalam artikel ini saya mencoba untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan di atas.
Ketika anda berobat ke rumah sakit, baik itu berobat jalan ataupun dirawat inap, ataupun berobat di sarana pelayanan kesehatan lainnya , semua pelayanan yang telah anda terima selama di rumah sakit ataupun di sarana pelayanan kesehatan lainnya itu tercatat di dalam dokumen rekam medis. Mulai dari identitas anda, terapi yang telah diberikan kepada anda selama di rumah sakit, dokter yang memberikan terapi, dan penyakit yang anda derita itu semua tercatat di dokumen rekam medis.
Adapun pengertian rekam medis menurut beberapa ahli adalah sebagai berikurt :
1. PerMenKes No 269 tentang rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemerikasaan, pengobatan,tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.
2. Menurut Edna K Huffman : rekam medis adalah yang menyatakan siapa, apa, mengapa, dimana, dan bagaimana pelayanan yang diperoleh seorang pasien selama dalam perawatan, baik rawat jalan maupun rawat inap.
3. Menurut Gemala Hatta : rekam medis merupakan kumpulan fakta tentang kehidupan seseorang dan riwayat penyakitnya, termasuk keadaan sakit, pengobatan saat ini dan saat lampau yang ditulis oleh para praktisi kesehatan dalam upaya mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.
Lalu apa saja isi dari rekam medis itu?
Secara umum isi dari rekam medis terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1. Data klinis atau data medis, yaitu segala data tentang riwayat penyakit, hasil pemeriksaan fisik, diagnosis, pengobatan serta hasilnya, laporan dokter, perawat,hasil pemeriksaan laboratorium, rontgen, scanning,dan lain-lain.
2. Data sosiologis, yaitu segala data pendukung yang tidak berhubungan yang tidak berhubungan secara langsung dengan data medis, seperti identitas, data social ekonomi, alamat, dan lain sebagainya.
Isi dari rekam medis baik data klinis maupun data sosiologis itu bersifat rahasia. Maka dari itu di setiap dokumen rekam medis selalu tertulis kata “RAHASIA” . kenapa isi dari dokumen rekam medis itu rahasia isinya menjelaskan hubungan yang khusus antara pasien dengan dokter yang wajib dilindungi sesuai dengan kode etik kedokteran dan perundang-undangan yang berlaku, antara lain:
1. Dijelaskan didalam Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1966 pasal 3 disebutkan bahwa yang wajib menyimpan rahasia yaitu tenaga kesehatan dan perawat
2. PerMenKes RI No 269/MENKES/PER/III/2008 mengatur masalah kerahsiaan suatu informasi yang menyangkut onformasi medis pasien pada pasal:
a. Pasal 10, rekam medis merupakanberkas yang wajib dijaga kerahasiannya.
b. Pasal 11, penjelasan tentang isi rekam medis hanya boleh dilakukan oleh dokter atau dokter gigi yang merawat pasien dengan izin tertulis pasien atau berdasarkan peraturan perundang-undangan
c. Pasal 12, (1) berkas rekam medis milik sarana pelayanan kesehatan (2) isi rekam medis merupakan milik pasien (3) isi rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam bentuk ringkasan rekam medis (4) ringkasan rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diberikan, dicatat, atau di copy oleh pasien atau orang yang diberi kuasa atau atas persetujuan tertulis pasien atau keluarga pasien yang berhak untuk itu.
d. Pasal 13, (1) pemanfaatan rekam medis dapat dipakai sebagai :
(a) Pemeliharaan kesehatan dan pengobatan pasien
(b) Alat bukti dalam proses penegakan hokum
(c) Keperluan pendidikan dan penelitian
(d) Dasar pembayar biaya pelayanan kesehatan
(e) Data statistic kesehatana dan harus dijaga kerahasiaannya
(2) pemanfaatan rekam medis sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf c yang menyebutkan identitas pasien harus mendapat persetujuan secara tertulis dari pasien atau ahli warisnya
(3) pemanfaatan rekam medis untuk keperluan pendidikan dan penelitian tidak diperlukan persetujuan pasien, bila dilakukan untuk kepentingan Negara.
Perlu diketahui bahwasannya setiap dokumen rekam medis itu memiliki nomor, yang dinamakan nomor rekam medis. Hal ini dilakukan supaya dokumen rekam medis pasien yang satu dengan yang lainnya tidak tertukar mengingat begitu banyak nama yang sama yang berobat. Dan juga akan memudahkan dalam penyimpanan dokumen rekam medis tersebut. Hal ini sering kali terabaikan oleh masyarakat kita yang berobat ke rumah sakit ataupun sarana pelayanan kesehatan lainnya. Padahal nomor rekam medis ini tertera pada kartu berobat yang diberikan pertugas pendaftaran saat anda berobat. Sebagaian besar masyarakat yang akan berobat dipastikan tidak ingat dengan nomor rekam medis dan sering kali tidak membawa kartu berobat , ini akan menjadi peluang tertukarnya berkas rekam medis pasien yang satu dengan yang lainnya. Bisa anda bayangkan pasien yang datang mencapai ratusan bahkan ribuan dan bnyak sekali nama pasien yang sama. Maka dari itu marilah kita tidak mengabaikan lagi kartu berobat. Karena didalam kartu berobat terdapat no rekam medis dan ketika anda berobat dengan terdaftar sesuai dengan nomor rekam medis anda, semua pelayanan yang telah anda terima selama berobat akan tercatat di dokumen rekam medis anda.
Nah jadi tau kan sekarang apa itu Rekam Medis dan apa saja kegunaannya,? Mudah – Mudahan informasi ini bermanfaat ya …
Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian, salam sehat dari kami keluarga besar Rumah Sakit Betha Medika.

Diposkan pada 24 August 2017

Sahabat Betha..! Selamat Pagi, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi seputar kesehatan,.....
untuk kali Dokter Spesialis Penyakit Jantung & Pembuluh Darah RS Betha Medika, dr. Triwedya Indra Dewi,Sp.JP akan berbagi informasi seputar " Hidup Sehat Dengan Gagal Jantung " mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan ya......

Apakah anda atau keluarga anda pernah dikatakan menderita gagal jantung atau pembengkakan jantung? Apabila iya, maka artikel ini akan dapat membantu anda mengenali penyakit ini lebih jauh lagi.

Gagal jantung merupakan suatu penyakit serius yang disebabkan karena kegagalan jantung untuk memompakan sejumlah darah ke seluruh tubuh. Gagal jantung tidak berdiri sendiri, tetapi penyakit ini merupakan akibat dari penyakit lainnya seperti serangan jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes, infeksi, kehamilan, obat, penyakit jantung bawaan, penyakit jatup jantung atau pun didapat. Penyakit ini tidak berhenti pada saat pasien pertama kali terdiagnosis, tetapi ini merupakan penyakit yang terus berjalan.

Terapi pada gagal jantung membutuhkan perhatian yang khusus terhadap obat-obatan dan gaya hidup. Anda sebagai pasien merupakan orang yang berperan sangat penting. Kunci utama keberhasilan terapi adalah dengan mengenali penyakitnya terlebih dahulu dan tatalaksana terapi. 
Anda harus mengetahui tatacara minum obat-obatan, kapan kita perlu mencari bantuan, bagaimana membatasi asupan garam dan cairan.

Jantung merupakan organ vital yang akan menopang semua kerja tubuh karena dia berfungsi untuk memompakan sejumlah darah setiap waktu yang dimulai sejak di dalam kandungan sampai kita mati. Apabila jantung kita mengalami kegagalan dalam memompa artinya kita mengalami gagal jantung. Apa yang akan terjadi apabila jantung kita gagal memompakan sejumlah darah ke seluruh tubuh? Jantung kita satu tetapi di dalamnya terbagi menjadi dua yaitu jantung sebelah kiri yang berhubungan dengan paru-paru dan jantung kanan yang berhubungan dengan seluruh tunuh.

Pada saat jantung kita tidak dapat berfungsi secara normal, makan jantung tidak dapat memompakan sejumlah darah yang cukup untuk organ lain dan dapat menyebabkan retensi cairan. Keadaan ini yang selanjutnya akan menyebabkan batuk, mudah lelah, nafas tersengal-sengal saat nafas atau tidak dapat tidur berbaring datar, bengkak pada kedua tungkai dan bengkak pada perut. Apabila menemukan kondisi seperti ini makan segera laporkan pada dokter anda.

Pasien gagal jantung harus dapat membatasi asupan garam (natrium) dan cairan untuk mencegah penumpukan cairan. Diet rendah garam sebesar 2000 mg natrium perhari dan hindari makanan yang dikemas dalam kaleng atau makanan cepat saji yang mengandung banyak garam. Batasi asupan cairan sebanyak 2 Liter perhari atau kurang. Lakukan penimbangan berat badan setiap hari untuk menjaga keseimbangan cairan yang stabli. Catat di dalam buku berat badan, tekanan darahm dan keluhan supaya dokter dapat mengatur dosis obat pada saat kontrol. Laporkan kepada dokter anda apabila mengalami kenaikan berat badan 1 kilo dalam satu hari atau 2 kilo dalam satu minggu.

Apakah pasien gagal jantung dapat melakukan olahraga? Jawabannya adalah iya dan direkomendasikan secara kuat oleh para ahli karena manfaatnya banyak sekali. Waktu yang disarankan adalah pada saat pasien sudah tidak mengalami sesak pada istirahat. Latihan bersifar ringan dan sedang yang dipandu oleh tim khusus supaya aman. Hindari rokok, alkohol, dan obat-obatan rekreasional.

Obat yang diberikan pada pasien gagal jantung adalah obat yang ditujukan untuk mengurangi dan mengontrol gejala gagal jantung, menjaga fungsi jantung agar tidak menurun, dan mencegah terjadinya kematian karena jantung. Sangat penting sekali untuk meminum obat sesuai dengan yang telah diresepkan. Beberapa obat gagal jantung dikenal sebagai obat darah tinggi seperti captorpil, bisoprolol. Tetapi kedua jenis golongan obat itu tidak ditujukan untuk menurunkan tekanan darah tetapi untuk mempertahankan fungsi jantung.

Keadaan lain sebagai pencetus gagal jantung seperti tekanan darah tinggi, nadi yang tidak teratur, diabetes, sleep apnea dan infeksi dapat memperburuk keadaan gagal jantung. Hati-hati dalam mengkonsumsi obat seperti ibuprofen,celecoxib karena dapat menyebabkan retensi cairan dan mengganggu fungsi ginjal. Vaksinasi influenza dan pneumonia sangat dianjurkan unruk pasien dengan kelainan jantung.

Dengan teratur meminum obat, menjaga pola hidup, rajin melakukan olahraga, melakukan vaksinasi, maka jantung yang gagal ini dapat berada dalam kondisi stabil di mana pasien akan dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa keluhan.

Sebagai kesimpulan melalui artikel ini penyakit gagal jantung dapat kita kontrol keluhan dan penyakitnya dengan mengenali penyakit itu sendiri, berperan aktif untuk dapat menjaga diri sediri, rajin melakukan kontrol dan meminum obat secara teratur.

Tips untuk anda atau keluarga yang memiliki gagal jantung adalah dengan mengenali gejala gagal jantung, tanyakan setiap obat yang diminum untuk menjaga jantung anda dan kemungkinan efek samping yang dapat terjadi. Letakkan daftar obat yang rutin diminum di dalam dompet anda dan bawa pada saat kontrol. Jangan sampai kehabisan obat, kontrol lah untuk mendapatkan obat kembali pada saat 7-10 hari sebelum obat habis. Apabila mengalami efek samping obat, maka kenalilah jenis obatnya dan laporkan pada saat kontrol. Lakukan kontrol secara rutin dan lakukan pemeriksaan darah secara rutin. Catat terus berat badan, tekanan darah, dan gejala gagal jantung.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian, salam sehat dari kami keluarga besar Rumah Sakit Betha Medika.

Diposkan pada 21 August 2017

Kemeriahan Kids Fashion Show kemarin dalam rangka ulang tahun RS Betha Medika ke 15 dan HUT RI Ke 72... semua peserta sangat antusias dan aktif dalam mengikuti lomba ini,dari mulai kostum adat hingga nuansa merah putih semuanya berkumpul, lucu dan menggemaskan pastinya .. hehe , semoga dalam acara ini dapat lebih meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri anak bangsa indonesia, selamat untuk para pemenang, dan untuk yang belum menang jangan berkecil hati ya... ikuti kembali ditahun depan.... see you later ...... MERDEKA !!!!!!!!!!!