Lainnya

Menampilkan 1-5 dari 257 hasil
Diposkan pada 18 October 2018

 

Skabies merupakan kulit gatal disebabkan infestasi kutu berkaki delapan, atau yang biasa disebut Sarcoptes scabiei. Rasa gatal yang parah dan menetap di malam hari merupakan tanda gejala infestasi skabies serta merupakan gelaja paling umum yang membuat pasien atau perawat mencari bantuan medis. Selain rasa gatal, pasien juga mungkin memiliki ruam, lesi berair akibat parasit yang menerobos masuk ke bawah kulit.

Skabies dapat di tularkan secara langsung dan kontak tidak langsung ,kontak langsung seperti saling bersentuhan atau melalui alat-alat alat seperti tempat tidur ,handuk dan pakaian.

Cara Perawatan skabies

Obati semua anggota keluarga bukan hanya yang terinfeksi

Mandi secara teratur dengan menggunakan sabun.

cuci pakaian handuk ,, sprei, sarung bantal, selimut dan lainnya secara teratur minimal 2 kali dalam seminggu dengan Ari panas mendidih

Menjemur kasur dan bantal minimal 2 minggu sekal

Kebersihan tangan dan kuku, kaki dan genetalia

Tidak saling bertukar pakaian dan handuk dengan orang lain.m

Hindari kontak dengan orang-orang atau kain serta pakaian yang dicurigai terinfeksi tungau skabies.

Menjaga kebersihan rumah dan berventilasi cukup

Bila pengobatan sudah dilakukan secara tuntas, tidak menjamin terbebas dari infeksi ulang, langkah yang dapat diambil adalah sebagai berikut :

Cuci sisir, sikat rambut dan perhiasan rambut dengan cara merendam di cairan antiseptik..

Keringkan peci yang bersih, kerudung dan jaket.

Hindari pemakaian bersama sisir, mukena atau jilbab ,handuk dan pakaian

Salam semakin sehat dari kami, keluarga besar RS Betha Medika

Diposkan pada 18 October 2018

 

Sosialisasi dan penyuluhan Prolanis di Puskesmas Cibolang , senang sekali antusias dari peserta yang datang, terlihat dari aktifnya mereka dalam sesi tanya jawab dan fokus pada materi yang disampaikan oleh dr. Puti Piranti, Annisa Nurmala,AMG Ahli Gizi dan Wulan Ramadhani,STr,Ftr .. terimakasih kepada puskesmas Cibolang yang telah memfasilitasi dan memberikan ruang bagi kami, untuk bisa memberikan ilmu dan berbagi pengalaman dengan semuanya, semoga bermanfaat dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari - hari ya.. ????

Salam semakin sehat, dari kami keluarga besar Rs Betha Medika ????????????

#prolanis 
#puskesmas 
#cibolang
#desapemekaranygsemakinmaju
#mangkalaya
#sukabumisehat 
#kasihgroup 
#rsbethamedika

 

 @ CIBOLANG KALER-CISAAT-SUKABUMI

Diposkan pada 18 October 2018

Selamat siang ????????????
.
Hayyyy.... haayyyyyy....hhhaayyyyyy????????
Ada kabar gembira untuk Bunda dan Ayah semua,
Dalam rangka memeriahkan Hari Kesehatan Nasional, RS Kartika Kasih mengadakan kegiatan untuk mempereratkan hubungan Orang tua dengan Buah hatinya.
.
Dan kebetulan RS Kartika Kasih mengadakan acara untuk Buah hati Bunda dan Ayah semua. Kegiatan untuk Buah hati Bunda ada 2 kategori kegiatan "LOMBA FOTO" dan "LOMBA MEWARNAI"
.
Syarat untuk mengikuti kegiatan :
.
LOMBA FOTO
*Buah hati dalam usia balita (bawah 5th)
*kirim foto buah hati ukuran 4R ke RS Kartika Kasih Sukabumi
*share di IG & FB Bunda dan Ayah jangan lupa tag ke RS Kartika Kasih
._________________
FB : RS KARTIKA KASIH
IG : RS KARTIKA KASIH
.--------------------
Dengan hastag
?? ?? ?? ??
_____________________
#lucunyaaku |
#rskartikakasihsukabumi |
_____________________|
.
LOMBA MEWARNAI
ada 2 kategori usia dalam lomba ini ya Bunda
*usia 5 - 6 tahun
*usia 7 - 8 tahun
.
.
Dan jangan lupa ada regitrasi untuk kepesertaan lomba ya Bunda
.
Untuk informasi lebih lanjut bisa mengubungi kontak person kami :
Hilda Nurdiyanti 085863949069
Gilang Sari 083112383000
Rosihan Ginanjar 085795896886
.
Terima kasih
.
#rskartikakasihsukabumi
#lucunyaaku

Diposkan pada 3 October 2018

 


Sahabat Betha..!
Selamat Pagi, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi penting untuk para pembaca setia kami,.. Kali ini Direktur RS Betha Medika, dr. Raditya Asri Wisuda,MARS akan berbagi informasi seputar " Ingin Keren ? Sukseskan JKN ! "
mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita semua ya,...

Perlu berobat, tapi tidak memiliki uang ?
Perlu berobat, tapi kurang faham, harus berobat kemana dahulu ?
Mendapatkan keluarga terkena kondisi sakit yang kritis, berkepanjangan, namun bingung, kondisi ekonomi, maupun pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan pada kondisi ini, belum sepenuhnya faham?
Para pembaca sekalian, beberapa contoh cuplikan situasi inilah yang saat ini, kebanyakan dari situasi tersebut, bisa teratasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang dalam hal ini, BPJS Kesehatan menjadi lembaga pemegang amanah untuk melaksanakan pengelolaannya
Berbagai mekanisme telah dibuat aturannya dengan jelas dan semakin detail dari waktu ke waktu, “fully regulated”, mengapa? Karena untuk hal sepenting ini, seprioritas ini, negara perlu turun tangan, negara perlu menyediakan resource, sumber daya, baik uang, sdm, sistem, aturan main, dan semuanya harus dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel.
JKN memberikan akses layanan kesehatan sesuai standar bagi seluruh warga negara, baik yang secara finansial memiliki kemampuan, maupun yang sedang dalam kondisi tidak belum memiliki kemampuan finansial.
Seperti halnya di berbagai negara di seluruh dunia, program seperti ini bisa berjalan, hanya jika “law of large number” berjalan dengan baik. Karenanya pemerintah mewajibkan seluruh warga negaranya terdaftar dalam program ini, selain memang kesehatan tentunya merupakan kebutuhan dasar bagi setiap kita, dan JKN merupakan pilihan yang paling terjangkau secara nilai keekonomian.
Para pembaca sekalian, kami sebagai praktisi kesehatan, yang kesehariannya berhadapan dengan orang yang memerlukan layanan kesehatan, menyaksikan betul betapa banyak masyarakat yang sebelum era JKN mungkin kesulitan mendapat akses kesehatan, karena alasan ekonomi, saat ini begitu bermanfaatnya JKN ini, mereka bisa mendaptkan layanan sesuai standar, sehingga bisa berikhtiar untuk kesembuhan diri atau keluarganya.
Bahkan jikalaupun ternyata diantara mereka, memerlukan layanan kesehatan yang lebih advance, yang lebih tinggi tingkatannya, karena kondisi kesehatan yang kritis misalnya, cuci darah, kemoterapi, itupun tetap mereka bisa mendapatkan layanan tersebut, tentunya sesuai regulasi yang ada, ini betul betul sebuah berkah bagi bangsa ini
Layaknya sebuah tanaman, hal yang baik, sangat perlu untuk kita jaga, kita beri pupuk, kita sirami dengan cukup, perlu terkena cahaya matahari, perlu dibersihkan tanah terdekatnya dari kotoran maupun tanaman-tanaman yang mengganggu. Agar tanaman baik ini bisa terus menerus tumbuh semakin besar, semakin rindang, sehingga semakin banyak yang bisa berteduh dibawahnya.
Begitu pula JKN, dalam masa-masa yang sangat menantang di beberapa waktu terakhir ini, sangat perlu kita bersama berpegangan tangan menjaga keberlangsungannya, sesuai dengan peran kita masing-masing. Kami yang berada di rumah sakit, wajib selalu melaksanakan JKN sesuai aturan main.
Untuk masyarakat para pengguna JKN juga perlu berperan sesuai perannya, contoh paling sederhana, bagi para pengiur mandiri adalah keberlangsungan pembayaran premi. Selain secara aturan main salah, jika kita telat atau tidak membayar premi, perlindungan kesehatan kita bisa terhenti. Dan yang jangan lupa, hal tersebut ibaratnya tanaman tadi, membuat tanaman kebaikan kita bersama, terancam rusak dan mati, karena tak tersirami, terpupuk dan terjaga dengan baik
Selain itu, ikutlah serta dengan berbagai regulasi yang sudah ditetapkan, rujukan berjenjang misalnya, merupakan sebuah mekanisme yang ditetapkan, agar dalam jangka panjang, masyarakat dapat mendapatkan layanan medis yang lebih merata,, lebih nyaman, dan sesuai pada porsi sesuai kebutuhannya. Kebutuhan rujukan telah diatur dengan detail oleh negara, dengan mempertimbangkan kebutuhan orang banyak. Rujukan ini bukanlah hal yang bisa semua kita melakukan request atau permintaan, tanpa mengindahkan aturan main. Agar dalam jangka panjang, seluruh pelayan kesehatan terpacu untuk memberikan layanan kesehatan yang semakin berkualitas dari waktu ke waktu
Sederhananya, berperanlah sesuai peran kita, bagi saya, bagi anda, bayarlah premi tepat waktu, taatlah pada aturan yang telah ditetapkan, karena semuanya untuk kebaikan kita dalam jangka panjang
Ingin keren? Sukseskan JKN !
 

Diposkan pada 26 September 2018

 


Sahabat Betha..! Selamat Siang, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi seputar kesehatan,.. Kali ini Fisioterapis RS Betha Medika, Syamsudin,Amd.FT akan berbagi informasi seputar " Sering Nyeri Tengkuk / Leher " ? " mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan ya…

A. Pengertian Cervical Root Syndrome / Nyeri Tengkuk
Cervical Root Syndrome adalah keadaan yang disebabkan oleh iritasi atau kompresi akar-akar saraf cervicalis, yang ditandai dengan nyeri di leher yang menyebar ke lengan atau tergantung pada akar saraf yang tertekan (Dorland, 1985).
Nyeri cervical merupakan salah satu keluhan yang sering menyebabkan seseorang datang berobat ke fasilitas kesehatan. Di populasi didapatkan sekitar 34% pernah mengalami nyeri cervical dan hampir 14% mengalami nyeri tersebut lebih dari 6 bulan. Pada populasi diatas 50 tahun, sekitar 10% mengalami nyeri cervical (Turana, 2005). Dr. Ahmad Toha Muslim (2005) mengemukakan bahwa sekitar 80 % penduduk di kota bandung pernah mengalami sakit leher.
B. Penyebab Cervical Root Syndrome
Pada keadaan normal, akar-akar saraf akan menempati seperempat sampai seperlima, sedangkan sisanya akan diisi penuh oleh jaringan lain sehingga tidak ada ruang yang tersisa. Bila foramen intervertebralis ini menyempit akibat adanya osteofit, maka akar-akar saraf yang ada didalamnya akan tertekan. Saraf yang tertekan ini mula-mula akan membengkok. Perubahan ini menyebabkan akar-akar saraf tersebut terikat pada dinding foramen intervertebralis sehingga mengganggu peredaran darah. Selanjutnya kepekaan saraf akan terus meningkat terhadap penekanan, yang akhirnya akar-akar saraf kehilangan sifat fisiologisnya. Penekanan akan menimbutkan rasa nyeri di sepanjang daerah yang mendapatkan persarafan dari akar saraf tersebut.
C. Tanda dan Gejala
Adapun gejala yang khas dari CRS yaitu rasa nyeri yang menjalar mengikuti alur segmentasi serabut syaraf yang lesi sehingga disebut dengan nyeri radikuler, gangguan fungsi motoris yang ditandai dengan kelemahan otot berdasarkan distribusi myotom, terjadi spasme otot, gangguan sensibilitas pada segmen dermatom, gangguan postural yang terjadi akibat menghindari posisi nyeri, dan pada kondisi kronis timbul kontraktur otot dan kelemahan otot pada regio cervical (Adam dan victor, 1980).
D. Komplikasi
Komplikasi dari CRS adalah atrofi otot-otot leher dan adanya kelemahan otot-otot leher dan bahu, dan ketidakmampuan tangan untuk melakukan aktifitas (Sidharta, 1984).
E. Penanganan Oleh Fisioterapi
Modalitas fisioterapi yang digunakan untuk mengatasi permasalahan CRS adalah dengan Elektro Terapi seperti MWD, Infra Red, Ultra sound, dan Manual Therapy serta Exercise Thrapy. Dalam kasus ini diharapkan fisioterapi mempunyai peran dalam membantu mengurangi nyeri leher pasien. Karena bila tidak dilakukan atau diberi tindakan fisioterapi, maka akan timbul masalah baru yaitu adanya kontraktur otot-otot leher, penurunan nilai kekuatan otot, adanya spasme otot-otot pada ektremitas, adanya gangguan postural.
1. Infra Red (IR)
Infra red adalah gelombang elektromagnetik dan merupakan cahaya monokromatis (pada level frekuensi tertentu) oleh karena itu gelombang ini merambat lurus dan menghasilkan efek panas. Efek panas tersebut otomatis temperature akan naik dan memiliki manfaat antara lain mengurangi atau menghilangkan nyeri, rileksasi otot, meningkatkan suplai darah dan menghilangkan sisa-sisa hasil metabolisme.
2. UltraSound
Ultrasound Therpay adalah suatu terapi dengan menggunakan getaran mekanik gelombang suara yang frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Yang digunakan dalam fisioterapi adalah 0,5-5 MHz dengan tujuan untuk menimbulkan efek terapeutik melalui proses tertentu.
Tujuanya yaitu meningkatkan sirkulasi darah, rileksasi otot, mempercepat proses penyembuhan jaringan dan mengurangi nyeri.
3. Manual therapy
Efek fisiologis manual therapy antara lain memperlancar peredaran darah, mencetuskan hormon endhorphin dan merilekskan otot. Secara keseluruhan proses tersebut kemudian dapat meningkatkan relaksasi otot sehingga mengurangi nyeri, meningkatkan jangkauan gerak, kekuatan, koordinasi, keseimbangan dan fungsi otot, mengurangi atau menghilangkan ketegangan saraf dan mengurangi rasa sakit.
4. Exercise Therapy / Terapi latihan
Terapi latihan adalah salah satu modalitas fisioterapi dengan menggunakan gerak tubuh baik secara aktif maupun pasif.
Berikut ini beberapa keadaan yang umumnya dapat diperbaiki dengan terapi latihan yaitu nyeri, kelemahan dan penurunan ketahanan otot, pengurangan jangkauan gerak yang dapat dikarenakan oleh kekakuan kapsul sendi maupun pengurangan panjang otot dan mobilitas sendi yang berlebihan, postur tubuh yang abnormal
Dari beberapa modalitas fisioterapi diatas merupakan modalitas terbaik yang kami berikan kepada klien/pasien kami, Dan kami sebagai team Fisioterapi RS Betha Medika menyediakan modalitas-modalitas tersebut untuk memberikan pelayanan bagi anda yang menderita nyeri Tengkuk/ Leher, segera tangani keluhan anda dengan cepat dan tepat!
salam semakin sehat, dari kami keluarga besar RS Betha Medika.