Lainnya

Menampilkan 1-5 dari 218 hasil
Diposkan pada 21 February 2018

Sahabat Betha..! Selamat Pagi, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi seputar kesehatan,.. Kali ini Dokter Spesialis Anak RS Betha Medika, dr. Dhyniek Nurul FLA Sp.A akan berbagi informasi seputar "Anemia Defisiensi Besi pada Bayi dan Anak" mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan ya…

Kekurangan zat besi dapat berdampak negatif pada kecerdasan, perilaku, dan kemampuan motor anak.  Anemia defisiensi besi pada anak di bawah usia 2 tahun menyebabkan anak lebih “lemot” dalam merespon, lebih iritabel dan sulit mengendalikan diri. Beberapa studi bahkan menunjukkan dampak negatif ini terus berlanjut hingga dewasa. Sebuah penelitian terbaru tahun 2014 menunjukkan bahwa pemberian suplementasi zat besi harus diberikan dengan hati-hati. Lalu bagaimana cara memastikan kebutuhan zat besi bayi dan anak Anda tercukupi?

Langkah pertama, Ayah dan Bunda perlu tahu apakah bayi anda berisiko kekurangan zat besi. Bayi mendapatkan cadangan zat besi yang cukup dari transfer zat besi pada trimester terakhir kehamilan. Air susu ibu (ASI) hanya mengandung sedikit zat besi, tetapi zat besi yang dikandung dalam ASI mudah diserap oleh saluran cerna bayi. Kedua hal tersebut menyebabkan kecukupan zat besi dapat terjamin sampai dengan mereka berusia 4-6 bulan. Kondisi tertentu, seperti bayi lahir prematur, berat lahir rendah, atau kembar, menyebabkan bayi mengalami risiko kekurangan zat besi antara lain. Bayi usia 6-12 bulan tumbuh begitu cepat sehingga berisiko kekurangan zat besi, terutama bayi yang mendapatkan predominan ASI  dan hanya mendapatkan makanan mengandung sumber zat besi (seperti daging merah, hati ayam) atau MPASI fortifikasi kurang dari 2 kali per hari. Anak batita yang mengonsumsi susu sapi segar dan kurang mengonsumsi makanan tinggi zat besi juga merupakan kelompok batita yang berisiko mengalami kekurangan zat besi.

Setelah usia 6 bulan, ASI saja tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan zat besi bayi dan cadangan zat besi juga sudah berkurang, maka bayi membutuhkan zat besi tambahan dari makanan pendamping ASI (MPASI). Langkah berikutnya, Ayah dan Bunda perlu mengetahui kebutuhan zat besi bayi dan batita anda. Kebutuhan zat besi bayi usia 6-12 bulan adalah 11 mg per hari, sedangkan anak berusia 1- 3 tahun (batita) membutuhkan zat besi lebih sedikit, yaitu 7 mg per hari. ASI hanya memenuhi 0,3 mg zat besi per hari. Berikut adalah beberapa tips memenuhi kebutuhan zat besi bayi dan batita Anda:

1. Konsumsi makanan yang mengandung tinggi zat besi minimal 2 kali perhari

Memenuhi kebutuhan zat besi yang paling baik adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Makanan yang mengandung sumber zat besi paling tinggi adalah daging berwarna merah (tabel 1). Sayuran hijau juga mengandung zat besi yang tinggi tetapi hanya diserap sekitar 3-8% dibandingkan dengan sumber hewani yang diserap sebesar 23%.

2. Mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi vitamin C

Vitamin C dapat meningkatkan absorpsi zat besi dari serealia dan sayuran sebanyak 2 kali lipat sehingga lebih banyak zat besi yang dapat diserap oleh saluran cerna. Masaklah makanan yang mengandung tinggi zat besi sambil menggunakan sumber vitamin C, seperti jeruk, jeruk limau, stroberi, brokoli, paprika.

3. Hindari mengonsumsi susu atau teh pada saat makan utama

Kandungan kalsium yang tinggi pada susu dapat menghambat penyerapan zat besi karena penyerapan kalsium berkompetisi dengan penyerapan zat besi. Sementara itu, teh juga mengandung zat yang menghambat absorpsi zat besi. Sebaiknya susu diminum di luar waktu makan utama, demikian pula dengan teh.

4. MP-ASI fortifikasi bisa menjadi pilihan alternatif

Langkah berikutnya untuk memastikan kecukupan zat besi adalah dengan mengonsumsi makanan yang telah difortifikasi. Bayi perlu makan hati ayam sebanyak 85 g sehari (setara 3 potong sedang) atau daging sapi sebesar 385 gram (hampir 1,5x porsi steak untuk orang dewasa) untuk memenuhi kebutuhan zat besi sebesar 11 mg per hari. Tentunya jumlah ini sangat banyak untuk bayi berusia 6-12 bulan, sehingga MPASI fortifikasi yang telah diperkaya zat besi dapat menjadi alternatif asupan yang mengandung tinggi zat besi.

Semoga bermanfaat dan Salam semakin sehat, dari kami keluarga besar RS Betha Medika

Diposkan pada 21 February 2018

 


Alhamdulilah,Puji syukur patut kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya,sehingga penyelenggaraan acara Kick Off Rumah Sakit Betha Medika tahun 2018 yang mengambil Tema utama : Better, Brighter, Bigger Future, bertempat di Aula Rumah Sakit Betha Medika dapat terlaksana dengan baik dan sukses.
Adapun tujuan dan makna dari pelaksanaan kegiatan Kick Off tahun ini adalah bertujuan untuk memberikan arahan serta semangat yang baru bagi seluruh komponen rumah sakit baik pihak manajemen maupun karyawan dalam hal evaluasi pencapaian tahun 2017 dan rencana target program kerja di tahun 2018.
Acara tersebut dihadiri juga oleh pimpinan dari kantor pusat Kasih Group yaitu Bapak Joseph D Angkasa dan Ibu Jenny Go, perwakilan dari pimpinan Rumah Sakit Betha Medika yaitu Bapak dr H Buhono Thahadibrata,M.Kes dan Ibu dr Hj Ellyonora Thahadibrata, Dokter Spesialis dan juga Dokter Umum RS Betha Medika.
Semoga dengan adanya kegiatan ini, dapat menjadi awal yang baik bagi rumah sakit Betha Medika dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Sukabumi pada khususnya dan menjadi salah satu pilihan utama rumah sakit bagi seluruh keluarga Indonesia pada umumnya.
Salam sehat selalu dari kami keluarga besar RS Betha Medika! BISA !! BISA !! BISA !!
 

Diposkan pada 14 February 2018

 


Sahabat Betha..! Selamat Pagi, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi seputar kesehatan,.....Untuk Kali ini Kepala Ruangan Unit Rawat Inap Atas RS Betha Medika,Melis Sulastri,Am.Kep akan berbagi informasi seputar " Bahaya Perokok Pasif " mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan ya.........
Sudah tahukan anda, tidak merokok itu bukan berarti terbebas dari segala jenis penyakit yang disebabkan oleh rokok? 
Perokok terdapat 2 tipe yaitu perokok aktif dan perokok pasif. perokok aktif adalah orang yang menghisap rokok secara langsung. Sedangkan, Perokok pasif adalah orang yang tidak secara langsung merokok akan tetapi menghirup asap rokok dari orang-orang yang merokok disekitarnya.
Perokok aktif dan pasif menimbulkan bahaya bagi kesehatannya. Semakin sering orang terkena asap rokok semakin tinggi risiko gangguan kesehatan yang di alaminya. Bahkan perokok pasif bisa lebih bahaya dibandingkan perokok aktif. Saat seorang merokok, sebagian besar asapnya tidak masuk paru-paru perokok. Namun sebagian rokok dilepaskan ke udara dan bertahan sekitar dua hingga tiga jam, sehingga asapnya dihirup oleh orang disekelilingnya atau perokok pasif.Menurut dr. Widyastuti Soerojo dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, sebanyak 25% zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok aktif dan 75% beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang yang disekelilingnya. 
 Adapun risiko pada perokok pasif yang timbul akibat asap rokok adalah :
1. Pada orang dewasa yang tidak merokok
Dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker paru-paru sebanyak 25%, selain itu juga dapat mengakibatnya penyakit jantung koroner, nyeri dada, dan gagal jantung. Asap rokok yang dihirup juga dapat menyebabkan adanya pengerasan arteri atau aterosklerosis disebakan oleh lemak, kolestrol dan zat lainnya (seperti bahan kimia pada rokok).
2. Pada Ibu hamil
Wanita hamil yang dalam masa kehamilannya terpajan asap rokok berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi seperti keguguran, bayi dengan berat badan lahir rendah.
3. Pada anak-anak
Anak-anak yang menghirup asap rokok lebih berisiko terserang kondisi seperti : Asma, Pnemunia, Bronkhitis, ISPA.
Adapun beberapa tips untuk mengurangi risiko menjadi perokok pasif :
1. Menciptakan lingkungan rumah yang terbebas dari asap rokok untuk menjaga kesehatan keluarga.
2. Memastikan pengunjung atau tamu tidak merokok didalam rumah
3. Menyediakan ruang khusus untuk merokok
4. Menjaga jarak dengan perokok aktif atau menggunakan masker.


Sahabat Betha..! Selamat Pagi, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi seputar kesehatan,.....Untuk Kali ini Kepala Ruangan Unit Rawat Inap Atas RS Betha Medika,Melis Sulastri,Am.Kep akan berbagi informasi seputar " Bahaya Perokok Pasif " mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan ya.........
Sudah tahukan anda, tidak merokok itu bukan berarti terbebas dari segala jenis penyakit yang disebabkan oleh rokok? 
Perokok terdapat 2 tipe yaitu perokok aktif dan perokok pasif. perokok aktif adalah orang yang menghisap rokok secara langsung. Sedangkan, Perokok pasif adalah orang yang tidak secara langsung merokok akan tetapi menghirup asap rokok dari orang-orang yang merokok disekitarnya.
Perokok aktif dan pasif menimbulkan bahaya bagi kesehatannya. Semakin sering orang terkena asap rokok semakin tinggi risiko gangguan kesehatan yang di alaminya. Bahkan perokok pasif bisa lebih bahaya dibandingkan perokok aktif. Saat seorang merokok, sebagian besar asapnya tidak masuk paru-paru perokok. Namun sebagian rokok dilepaskan ke udara dan bertahan sekitar dua hingga tiga jam, sehingga asapnya dihirup oleh orang disekelilingnya atau perokok pasif.Menurut dr. Widyastuti Soerojo dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, sebanyak 25% zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok aktif dan 75% beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang yang disekelilingnya. 
 Adapun risiko pada perokok pasif yang timbul akibat asap rokok adalah :
1. Pada orang dewasa yang tidak merokok
Dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker paru-paru sebanyak 25%, selain itu juga dapat mengakibatnya penyakit jantung koroner, nyeri dada, dan gagal jantung. Asap rokok yang dihirup juga dapat menyebabkan adanya pengerasan arteri atau aterosklerosis disebakan oleh lemak, kolestrol dan zat lainnya (seperti bahan kimia pada rokok).
2. Pada Ibu hamil
Wanita hamil yang dalam masa kehamilannya terpajan asap rokok berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi seperti keguguran, bayi dengan berat badan lahir rendah.
3. Pada anak-anak
Anak-anak yang menghirup asap rokok lebih berisiko terserang kondisi seperti : Asma, Pnemunia, Bronkhitis, ISPA.
Adapun beberapa tips untuk mengurangi risiko menjadi perokok pasif :
1. Menciptakan lingkungan rumah yang terbebas dari asap rokok untuk menjaga kesehatan keluarga.
2. Memastikan pengunjung atau tamu tidak merokok didalam rumah
3. Menyediakan ruang khusus untuk merokok
4. Menjaga jarak dengan perokok aktif atau menggunakan masker.
Kalau tidak merokok saja bisa berbahaya karena menjadi perokok pasif, apalagi tentunya kalau merokok. Mari kita budayakan diri dan lingkungan kita agar tidak merokok
Semoga bermanfaat untuk semua para pembaca ya.
Salam semakin sehat, dari kami keluarga besar RS Betha Medika.


Semoga bermanfaat untuk semua para pembaca ya.
Salam semakin sehat, dari kami keluarga besar RS Betha Medika.
 

Diposkan pada 7 February 2018

Mulai Desember 2017 sampai dengan sekarang RSIA Karunia Kasih masih menerima Vaksin gratis ORI Difteri bekerja sama dengan Puskesmas Pondok Gede. Ayooo Bunda Ajak Putra Putrinya yang berusia 1 Tahun - 19 Tahun untuk Vaksin Gratis di RSIA Karunia Kasih setiap Senin, Rabu & Jumat Pk 08.00 - Pk 10.00 (Untuk penyutikkkan gratis berlaku s/d akhir Feb 18) 

Diposkan pada 7 February 2018


Sahabat Betha..! Selamat Pagi, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi seputar kesehatan,.....Untuk Kali ini Kepala Bidang Penunjang Medis RS Betha Medika, dr. Lusiana akan berbagi informasi seputar " Hari Kanker Anak Sedunia " mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan ya.........
Hari Kanker Anak Internasional yang diperingati setiap tanggal 15 Februari adalah kampanye global untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker pada masa kanak-kanak, dan untuk mengungkapkan dukungan kepada  anak-anak dan remaja dengan kanker, serta keluarga mereka. Hari ini meningkatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai isu dan tantangan yang relevan terhadap kanker pada masa kanak-kanak dan berdampak pada anak-anak / remaja, korban selamat, keluarga mereka dan masyarakat secara keseluruhan. Ini juga menyoroti kebutuhan akan akses perawatan dan perawatan yang lebih baik untuk semua anak dengan kanker, di mana-mana.
Sayangnya, kanker masa kanak-kanak terus menjadi penyebab utama kematian terkait penyakit non-menular pada anak-anak di seluruh dunia. Secara global, lebih dari 300.000 anak didiagnosis menderita kanker setiap tahunnya. Sekitar 80 persen anak-anak kita di dunia tinggal di negara berpendapatan menengah ke bawah di mana lebih dari 80 persen anak-anak ini meninggal karena penyakit tersebut. 
Pada Hari Kanker Anak Internasional, semua berdiri untuk membuat kanker pada  anak-anak menjadi prioritas kesehatan anak nasional dan global untuk memastikan ada sumber daya yang memadai untuk memenuhi hak-hak dasar anak-anak dengan kanker. Hak dasar untuk semua anak yang didiagnosis dengan kanker meliputi:
1. Hak untuk diagnosis dini dan tepat;
2. Hak untuk mengakses obat-obatan penting yang menyelamatkan nyawa;
3. Hak atas perawatan medis yang tepat dan berkualitas, dan;
4. Hak untuk menindaklanjuti perawatan, layanan dan peluang mata pencaharian yang berkelanjutan bagi orang yang selamat.
Setiap tahun, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sekitar 4.100 kasus kanker baru dengan penderita anak-anak Indonesia. Indonesia termasuk negara dengan kasus kanker tinggi yang diderita anak-anak. KPAI mengimbau kepada para orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi makanan dan lingkungan anak-anak mereka. Jajanan dan lingkungan yang tidak sehat, baik di sekolah maupun di rumah dapat memicu kanker pada anak.
Penyakit kanker membunuh lebih banyak orang daripada AIDS, malaria, dan tuberkulosis, bahkan bila ketiganya digabungkan. Penyakit kanker yang sering ditemukan pada anak-anak adalah :
1. Leukimia
Leukemia atau kanker darah adalah kanker yang paling banyak di jumpai pada anak - anak. Leukemia mempunyai harapan sembuh dengan pengobatan yang tepat dan benar.
Gejala yang perlu di waspadai dan sering di temukan antara lain pucat, demam yang tidak jelas sebabnya, pendarahan yang tidak selas sebabnya, nyeri tulang, dan pembengkakan perut. 
2. Tumor Otak
Tumor Otak dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat karena terletak di dalam rongga yang terbatas (rongga tengkorak).
Gejala yang harus di waspadai pada tumor otak adalah sakit kepala di sertai mual sampai muntah yang menyemprot. Dapat pula di sertai daya penglihatan berkurang, penurunan kesadaran atau perubahan perilaku. Pada bayi biasanya ubun - besar menonjol. Hal lain yang perlu di curigai ialah terdapat gangguan berbicara dan keseimbangan tubuh, anggota gerak lemah atau kejang.
3. Retinoblastoma
Retinoblastoma atau kanker mata adalah kanker yang sering juga di jumpai pada anak. Gejala yang perlu di waspadai ialah adanya bercak putih di bagian tengah mata yang bersinar apabila terkena cahaya ( seperti mata kucing ). Hal lain yang perlu di perhatikan ialah penglihatan yang terganggu, mata menjadi juling, dan bila telah lanjut maka bola mata menonjol keluar.
4. Limfoma
Limfoma maligna atau kelenjar getah bening adalah kanker yang biasanya ditandai dengan pembesaran dan pembengkakan kelenjar getah beningyang cepat tanpa disertai rasa nyeri. Pembesaran dapat terjadi di daerah leher, ketiak, selangkangan, usus.
Bila timbulnya di kelenjar getah bening usus, maka dapat menyebabkan sumbatan pada usus dengan gejal sakit perut, muntah, tidak bias buang air besar, dan demam. Bila tumbuh di daerah dada, maka dapat mendorong atau menekan saluran nafas dan muka membiru.
5. Neuroblastoma
Neuroblastoma adalah suatu jenis kanker saraf yang dapat menunjukan banyak gejala yang tergantung pada letaknya. Neuroblastoma dapat terjadi di leher, rongga dada, dan mata. Bila terdapat di daerah mata dapat menyebabkan bola mata menonjol, kelopak mata turun dan pupil menyebar. Bila terdapat di tulang belakang dapat menekan saraf tulang belakang dan mengakibatkan kelumpuhan.
Tumor di daerah perut akan teraba bila sudah besar. Penyebaran pada tulang dapat menyebabkan patah tulang tanpa sebab, tanpa nyeri sehingga penderitanya dapat pincang mendadak.
6. Tumor Wilms
Tumor Wilms adalah kanker ginjal yang paling sering di jumpai pada anak. Kanker ini dapat ditandai dengan kencing berdarah, rasa tidak enak didaerah perut, bila sudah cukup besar akan teraba keras dan biasanya diketahui ketika anak di mandikan.
7. Rabdomiosarkoma
Kanker ini di jumpai pada otot dimana saja, biasanya pada anak di daerah kepala, leher, kandung kemih, prostat ( kelenjar kelamin pria ), dan vagina. Gejala yang di timbulkan bergantung pada letak kanker. Bila pada ronggga mata, menyebabkan mata menonjol. Di telinga menyebaban nyeri atau keluarnya darah dari lubang telinga. Di tenggorokan menyababkan sumbatan jalan nafas, radang sinus (rongga - rongga sekitar hidung ), keluar darah dari hidung ( mimisan ), atau sulit menelan. Di saluran kemih menyebabkan gangguan buang air kecil atau air seni berdarah. Bila mengenai saluran pencernaan dapat menyebabkan gangguan buang air besar. Bila mengenai otot anggota gerak akan terjdi pembengkakan.
8. Osteosarkoma
Osteosarkoma atau kanker pada tulang. Pembengkakan yang cepat apabila di sertai rasa nyeri pada tulang. Perlu diwaspadai sebagai kemungkinan adanya kanker tulang. Kanker tulang dapat menyerang setiap bagian tulang, tetapi yang terbanyak ditemukan pada tungkai, lengan dan pinggul. Kadang-kadang didahului oleh rudapaksa ( benturan keras ) seperti jatuh dan sebagainya
Deteksi dini sangat diperlukan dan orangtua berperan penuh dalam hal ini. Meskipun kanker pada anak dapat disembuhkan namun jika itu terjadi tentu sangat berdampak psikologis serta menguras energi dan biaya bagi para orangtua. Selamatkan buah hati kita dengan proteksi maksimal dan deteksi dini terhadap gejala penyakit tersebut, untuk konsultasi dan pemeriksaan optimal silahkan hubungi Rumah Sakit Bethamedika bagian poliklinik anak kami dengan Dr. Tommy Sp. A dan Dr. Dhyniek Sp. A
Salam semakin sehat, dari kami keluarga RS Betha Medika