Lainnya

Menampilkan 1-5 dari 280 hasil
Diposkan pada 20 February 2019

Berjalan penuh dengan semangat dari para karyawan dan managemen bertemu muka bertatap wajah dalam acara KICK OFF 2019. Hari Senin Tanggal 18 Februari 2019 di Ruang Auditorium RS Kartika Kasih Kota Sukabumi.

 

 

Acara kick off ini diselenggarakan untuk menjadi media yang tepat, mengkalibrasi kembali komitmen dan motivasi seluruh SDM dalam perusahaan. Karena tahun baru identik dengan semangat baru yang seharusnya lebih dahsyat muncul dibandingkan tahun sebelumnya.

TEMA KICK OFF 2019 "BE GLAM"
KARTIKA KASIH GESIT, LINCAH, ANDAL & KUAT, MUMPUNI !!!
KARTIKA KASIH... BE GLAM... WOOOOWWWW !!!

 

Diposkan pada 20 February 2019


Rontgen adalah tindakan menggunakan radiasi ( Sinar - X ) untuk mengambil gambar bagian dalam dari tubuh seseorang .
Sinar X (X-Ray, Sinar Rontgen) adalah sebuah gelombang elektromagnetik, dengan panjang gelombang yang cenderung sangat pendek, tapi memiliki energi yang sangat besar. Sinar X atau disebut juga dengan radiasi rontgen ini umumnya dipakai dalam dunia medis atau kedokteran, untuk membantu dokter melihat bagian dalam tubuh, tanpa perlu melakukan pembedahan. Selain dalam dunia kedokteran sinar - x juga di pakai dalam beberapa bidang yaitu :
1. Bidang perindustrian
2. Bidang keamanan
3. Bidang pertanian
4. Bidang riset alamiah
Berbagai alasan yang mengharuskan seseorang untuk melakukan tes kesehatan dengan sinar X adalah sebagai berikut :
1. Untuk memastikan bagian dalam tubuh yang mengalami sakit.
2. Untuk memantau perkembangan suatu jenis penyakit , misalnya osteoporosis, radang sendi, penyumbatan pembuluh darah, kanker tulang, tumor payudara, gangguan pencernaan, pembesaran jantung, berbagai jenis infeksi, kerusaka gigi, dan lain sebagainya.
3. Untuk dapat melihat efek dari pengobatan medis yang telah dilakukan.
Meskipun memiliki banyak manfaat , sinar - X ini juga perlu diwaspadai , karena Sinar-X ini dapat mengakibatkan bahaya secara biologis , yang timbul dari radiasi ion sinar-X , terutama bila digunakan terlalu berlebihan.
Bahaya yang dapat ditimbulkannya adalah seperti :
1. Penurunan produksi sel darah
2. Kemandulan
3. Kerusakan genetik
4. Infeksi dan kanker dan bahkan gangguan fungsi tubuh lainnya.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan dan mencegah pengulangan foto maka sebaiknya kita harus cermat / pintar dalam bertindak.
Tips melakukan rontgen yang aman :
1. Membawa formulir rontgen dari dokter penanggung jawab
2. Melepaskan benda yang dapat menghalangi gambaran
3. Mengikuti intruksi dari petugas radiologi agar tidak terjadi pengulangan foto
4. Jika pasien hamil beri tahu petugas radiologi
5. Jika sudah pernah melakukan rontgen sebelumnya beri tahu petugas
6. Memakai pelindung ( Apron )
Semoga Bermanfaat dan jangan lupa untuk share informasi ini kepada kerabat dan keluarga dirumah yaa..
Salam semakin sehat dari kami, keluarga besar rs betha medika.
 

Diposkan pada 11 February 2019

Haloo Mom's, sudah berapa minggu kah usia kehamilan bunda saat ini? Sudahkan Bunda memberdayakan diri? Sudahkan Bunda mengupayakan yang terbaik untuk si buah hati?

Yuks Mom's kita ikuti kelas nya, prenatal yoga siap menemani bunda selama kehamilan dan mempersiapkan persalinan hingga pasca loh

Jangan khawatir prenatal yoga relatif aman untuk Bumil ko.

Prenatal yoga Rs Kartika Kasih 
setiap hari jumat 
pagi : 08.00 sd 10.00
sore 16.00 sd 18.00 
bertempat di RS Kartika Kasih lantai 1 tepatnya di ruang auditorium dengan instruktur yang sudah ahli dalam bidangnya

 

Kami tunggu partisipasinya Bunda


Semoga untuk bumil semua di sehatkan kehamilannya dan juga sehat untuk ibunya. Dan semoga pada saat kelahirannya nanti di lancarkan. Aminnnn 
.
Salam sehat semua

Diposkan pada 6 February 2019

 

 

     Melahirkan seorang bayi merupakan suatu peristiwa yang sangat dinantikan oleh seorang ibu. Setelah bayi lahir, tentunya hal yang ditunggu-tunggu adalah dapat memberikan ASI sedini mungkin, baik dengan persalinan normal ataupun dengan operasi sectio caesaria. Air Susu Ibu adalah sumber nutrisi penting yang sangat dibutuhkan oleh setiap bayi dan idealnya diberikan secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan dengan makanan pendamping sampai usia 2 tahun. Oleh karena itu, sangat penting ibu memberikan ASI segera setelah melahirkan karena ASI pertama atau yang disebut dengan colostrum sangat baik untuk kekebalan tubuh bayi. Selain itu ASI mempunyai kandungan gizi yang khusus dan sempurna serta sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi, diantaranya ASI mengandung lemak yang berperan penting dalam pertumbuhan otak, terdiri dari DHA (Decosahexanoic Acid) dan AA (Arachidonic Acid) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak, karbohidrat mempunyai manfaat yaitu mempertinggi absorbsi kalsium dan merangsang pertumbuhan lactobacillus bifidus yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Kandungan gizi lainnya pada ASI adalah protein, garam dan mineral serta vitamin.

     Ibu yang dapat menyusui bayi nya segera setelah melahirkan akan memberikan kepuasan tersendiri. namun ada juga ibu yang mengeluhkan belum keluarnya ASI sehingga tidak bisa langsung memberikan ASI. Secara teori, ASI dapat keluar pada hari kedua atau ketiga setelah melahirkan. Akan tetapi, bila asupan makanan ibu yang baik selama hamil dan psikologis yang baik pula tidak menutup kemungkinan ASI akan keluar setelah melahirkan. Selain itu hisapan bayi pun akan membantu memproduksi ASI. Bayi yang langsung disusui segera setelah melahirkan tentunya akan membantu dalam kelancaran ASI karena ketika bayi menghisap payudara, hormon oksitosin membuat ASI mengalir dari dalam alveoli melalui saluran susu menuju reservoir susu yang berlokasi dibelakang areola, lalu kedalam mulut bayi. Pengaruh hormonal bekerja mulai dari bulan ketiga kehamilan, dimana tubuh wanita memproduksi hormon yang menstimulasi munculnya ASI dalam sistem payudara. Berhasilnya bayi menghisap ASI dipengaruhi oleh kondisi puting susu karena puting susu dan areola adalah gudang susu. Pada puting susu dan areola terdapat ujung-ujung syaraf peraba yang penting pada proses refleks saat menyusui. Puting susu mengandung otot polos yang dapat berkontraksi sewaktu ada rangsangan menyusui dengan cakupan bibir bayi yang menyeluruh pada daerah tersebut, ASI akan keluar dengan lancar.

     Produksi ASI yang banyak sangat dibutuhkan oleh bayi. Namun bila produksi ASI tidak dikeluarkan atau disusukan kepada bayi akan terjadi bendungan ASI dan bila hal ini terjadi akan mengganggu kenyamanan untuk ibu bayi. Bendungan ASI adalah pembendungan air susu karena penyempitan duktus lakteferi atau oleh kelenjar-kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan pada puting susu. Bendungan air susu dapat terjadi pada hari kedua atau ketiga ketika payudara telah memproduksi air susu. Bendungan disebabkan oleh pengeluaran air susu yang tidak lancar karena bayi tidak cukup sering menyusui, pengosongan payudara yang tidak sempurna, hisapan bayi yang tidak aktif, posisi menyusui bayi yang tidak benar, puting susu terbenam, produksi air susu meningkat, terlambat menyusukan, hubungan denga bayi kurang baik dan dapat pula karena adanya pembatasan waktu menyusui. Ibu menyusui harus mengetahui Tanda dan gejala dari bendungan air susu, diantaranya payudara teraba keras dan panas, suhu badan naik, puting susu bisa mendatar dan dalam hal ini bayi akan kesulitan saat menyusu, payudara tampak bengkak kadang-kadang disertai nyeri. Ada beberapa pencegahan bendungan air susu yang dapat dilakukan oleh ibu yaitu lakukan menyusui sedini mungkin, susui bayi segera mungkin sebelum 30 menit setelah bayi dilahirkan, susui bayi tanpa di jadwal, keluarkan ASI dengan tangan atau pompa bila produksi melebihi kebutuhan bayi, perawatan payudara setelah melahirkan, hindari tekanan lokal pada payudara. Lalu apa yang harus dilakukan bila terjadi bendungan air susu ? yang dapat ibu lakukan adalah ibu tetap menyusui bayinya, lakukan kompres air hangat sebelum menyusui dan kompres dingin setelah menyusui untuk mengurangi nyeri, gunakan bra yang menopang, sebelum menyusui lakukan pemijatan pada daerah leher dan punggung untuk mengurangi bengkak.   

Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk share artikel kesehatan ini kepada kerabat atau keluarga dirumah yaaa…

Salam semakin sehat, dari kami keluarga besar RS Betha Medika

Diposkan pada 30 January 2019

Stunting merupakan suatu kondisi kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, yakni tinggi badan anak lebih pendek (kerdil) dari standar usianya. Stunting terjadi mulai dari janin dalam kandungan dan baru nampak saat anak usia 2 tahun. Balita stunting selain mengalami gangguan pertumbuhan, umumnya memiliki kecerdasan yang lebih rendah dari anak balita normal.

Faktor - faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak meliputi kesehatan dan status gizi ibu sebelum, selama dan setelah kehamilan dan asupan makanan anak yang tidak memadai, termasuk pemberian ASI yang tidak optimal (non-ASI eksklusif) dan makanan pendamping ASI yang kurang baik dari jumlah, jenis dan variasinya serta adanya penyakit infeksi pada anak.

Pemantauan tinggi badan dibutuhkan untuk menilai normal tidaknya pertumbuhan anak. Oleh karena itu, jangan lupa selalu menimbang dan mengukur tinggi badan anak setiap bulannya di fasilitas kesehatan atau Posyandu.

 

 

Stunting dapat dicegah dengan cara sebagai berikut :

1. Pada ibu hamil

Memperbaiki gizi dan kesehatan ibu hamil merupakan cara terbaik dalam mengatasi stunting. Ibu hamil perlu mendapat makanan yang bergizi dalam jumlah yang cukup. Jika ibu hamil dalam kondisi Kurang Energi Kronis (KEK), maka perlu diberikan asupan makanan tambahan. Setiap ibu hamil juga perlu mendapat tablet tambah darah, minimal 90 tablet selama masa kehamilan.

2. Pada saat bayi lahir

Persalinan ditolong oleh bidan atau dokter terlatih dan begitu lahir dilakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan bayi sampai dengan usia 6 bulan hanya diberi Air Susu Ibu (ASI) saja.

3. Pada Bayi berusia 6 - 24 bulan

Mulai usia 6 bulan, bayi diberi Makanan Pendamping ASI (MP ASI) dan pemberian ASI terus dilakukan sampai bayi berusia 24 bulan (2 tahun). Makanan pendamping ASI harus mengandung gizi seimbang dengan jumlah yang cukup, yaitu  mengandung karbohidrat, protein (hewani dan nabati), vitamin dan mineral yang didapat dari sayur dan buah. Serta bayi dan balita mendapat kapsul vitami A dan imunisasi dasar lengkap.

4. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus diupayakan oleh setiap rumah tangga.

Ayo berikan asupan gizi yang tepat dan seimbang untuk mencegah stunting agar terwujud generasi sehat dan berprestasi.

Selamat Hari Gizi Nasional 25 Januari 2019 “Bersama Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi”

Salam semakin sehat dari kami, keluarga besar RS Betha Medika