Lainnya

Menampilkan 1-5 dari 245 hasil
Diposkan pada 15 August 2018

 

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tergolong dalam “sillent killer”. Hal tersebut dikarenakan hipertensi seringkali terjadi tanpa gejala. Terapi pengobatan hipertensi memerlukan waktu yang sangat panjang. Pada beberapa orang, sering merasa khawatir penggunaan obat jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan organ lain.

Perubahan gaya hidup merupakan langkah awal untuk mengontrol tekanan darah agar tetap normal tanpa menggunakan pengobatan. Jika seseorang memiliki tekanan darah tinggi (>140/90) maka perlu untuk menghindari kebiasaan yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Berikut akan dibahas beberapa gaya hidup yang dapat membantu mengontrol tekanan darah agar tetap normal

1. Menurunkan berat badan hingga dikatakan ideal

Tekanan darah sering meningkat saat berat badan meningkat. Kelebihan berat badan juga dapat menyebabkan gangguan pernafasan saat tidur (sleep apnea) yang semakin meningkatkan tekanan darah. Penurunan  berat badan dalam jumlah yang kecil tetap dapat menurunkan tekanan darah. Penurunan berat badan sebesar 9 kg dapat menurunkan tekanan darah hingga 5-20 mmHg atau sekitar 1mmHg/Kg nya. Selain berat badan, seseorang juga perlu menurunkan lingkar pinggangnya untuk menurunkan tekanan darahnya.

2. Melakukan olahraga atau aktifitas fisik secara rutin

 Dalam sebuah penelitian tahun 2013 menunjukan bahwa orang lanjut usia yang lebih aktif dalam melakukan olahraga aerobic mengalami penurunan tekanan darah rata-rata 3,9% sistolik dab 4,5% diastolik atau sekitar 4-9 mmH. Ketikasedang berolahraga, secara teratur meningkatkan detak jantung dan pernafasan sehingga lama kelamaan jantung dapat menjadi lebih kuat dan memompa darah lebih ringan. Kondisi tersebut dapat mengurangi tekanan pada arteri dan menurunkan tekanan darah. Jika seseorang memiliki tekanan darah tinggi dan melakukan aktifitas fisik secara rutin minimal 30 menit setiap hari maka dapat menurunkan tekanan darah sekitar 5-8 mmHg. Beberapa contoh olahraga yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi seperti berjalan, jogging, bersepeda, berenang atau menari. Berkonsultasilah dengan dokter jika ingin meningkatkan jenis olahraga.

3. Mengkonsumsi makanan sehat

Makanan sehat seperti biji-bijian, buah, sayuran, produk susu rendah lemak, dan makanan yang mengandung rendah lemak dan kolestrol dapat menurunkan tekanan darah hingga 11 mmHg pada seseorang yang memiliki tekanan darah tinggi. Mengubah kebiasaan makan tidaklah mudah, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan.

Meningkatkan konsumsi kalium dan mengurangi konsumsi natrium. Makanan yang mengandung kalium dan potasium dapat membantu mengurangi efek natrium pada tekanan darah. Sumber kalium terbaik adalah makanan seperti buah, sayuran, produk susu rendah lemak, ikan.
Mengurangi konsumsi makanan olahan atau kaleng. Umumnya makanan olahan memiliki kandungan garam tinggi. Makanan yang memiliki label rendah lemak, umumnya mengandung tinggi garam dan gula.
Bacalah komposisi makanan sebelum membelinya
Mengkonsumsi makanan yang tinggi protein adalah ikan laut, telur, daging ayam tanpa lemak, daging sapi tanpa lemak, kacang-kacangan, keju.

4. Berhenti Merokok

Sangat jelas merokok dapat meningkatkan tekanan darah secara langsung dan menambah komplikasi penyakit. walaupun seseorang tidak merokok, namun dengan berada diarea sekitar asap rokok makabahan kimia tembakau juga dapat mempengaruhi pembuluh darahnya.

5. Menghindari komposisi Kafein

Untuk melihat pengaruh kafein terhadap peningkatan tekanan darah, periksa tekanan darah 30 menit setelak mengkonsumsi minuman berkafein. Jika tekanan darah meningkat 5-10 mmHg,  maka kemungkinan tubuh sensitif terhadap efek pengnikatan tekanan darah oleh kafein.

6. Berhenti untuk mengkonsumsi alkohol

Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah 1 mmHg setiap 10 gram alkohol yang dikonsumsi. Dengan mengurangi atau berhenti konsumsi alkohol dapat menurunkan tekanan darah hingga 2-4 mmHg.

7. Menghindari stress yang berlebihan

Stress kronis dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, stress yang bersifat sementara juga dapat memnyebabkan tekanan darah tinggi, jika merespon stress dengan mengkonsumsi makanan tidak sehat, mengkonsumsi alkohol atau merokok.

Beberapa cara untuk mengurangi tingkat stress:

a. Meluangkan waktu bersantai dan melakukan kegiatan yang disukai

b. Meluangkan waktu setiap hari untuk duduk dengan tenang

c. Meluangkan waktu untuk melakukan hobi yang disukai

d. Mengikuti kelas yoga atau meditasi

8. Melakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur

Bertujuan untuk melihat dampak perubahan gaya hidup dan sebagai evaluasi terapi pengobatan yang dilakukan. selain itu, berkonsultasi dengan dokter secara teratur untuk mengontrol tekanan darah.

Semoga Bermanfaat dan salam semakin sehat dari kami, keluarga besar RS Betha Medika.

Diposkan pada 26 July 2018

 


Sahabat Betha..! Selamat Pagi, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi seputar kesehatan,.. Kali Fisioterapis RS Betha Medika, Fachrian Akbar,Amd.Fis akan berbagi informasi seputar " Apa itu OA ( Osteoarthritis ) dan manfaat bersepeda untuk OA ? " mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan ya…
Osteoarthritis adalah sebuah penyakit di mana sendi terasa nyeri dan kaku. Biasanya terjadi pada lutut, paha dan tulang belakang. Terkadang juga dapat terjadi pada sendi di tangan. Sendi terdiri dari tulang rawan, substansi yang berperan menjadi bantal antar 2 tulang. Pada OA, tulang rawan tidak dapat lagi menjadi bantal, sehingga kedua tulang akan bergesekan saat Anda bergerak, menyebabkan sendi menjadi bengkak dan nyeri. Pengapuran sendi tidak dapat disembuhkan, namun menjaga berat badan dalam rentang normal serta berolahraga teratur akan membantu menghambat terjadinya penyakit ini dan memperbaiki fleksibilitas. Hindari aktivitas berat dan olahraga kontak fisik.
Apa yang meningkatkan risiko saya untuk OA (osteoarthritis, pengapuran sendi)?
Ada banyak faktor risiko untuk osteoarthritis, yaitu:
1. Usia: risiko meningkat dengan bertambahnya usia.
2. Jenis kelamin: wanita lebih berisiko dibandingkan laki?laki, penyebabnya belum jelas.
3. Obesitas: semakin berat tubuh Anda, semakin besar tekanan pada sendi, sendi akan menjadi lebih rapuh. Selain itu, jaringan lemak juga menghasilkan protein yang menyebabkan inflamasi pada sendi.
4. Trauma: trauma saat berolahraga atau kecelakaan dapat meningkatkan risiko radang sendi.
5. Pekerjaan: jika pekerjaan Anda membuat tekanan pada sendi, secara bertahap sendi akan meradang.
6. Genetik: beberapa orang terkena radang sendi karena keturunan.
7. Malformasi skeletal: orang dengan kelainan kongenital (sendi atau tulang) atau kelainan tulang rawan lebih berisiko OA.
8. Penyakit lain: diabetes atau rematik seperti penyakit asam urat dan artritis rematoid meningkatkan risiko osteoarthritis.
Apa saja pilihan pengobatan saya untuk OA (osteoarthritis, pengapuran sendi)?
Kompres dingin atau hangat dapat membantu mengurangi gejala. Bantalan hangat atau merendam dengan air hangat dapat mengurangi kekakuan pagi hari. Kompres dingin dapat mengurangi bengkak dan inflamasi dan sangat berguna setelah aktivitas fisik. Untuk pengapuran sendi yang lebih berat, dokter akan menganjurkan terapi fisik untuk mempertahakan penggunaan sendi. Olahraga ringan seperti berenang dan bersepeda baik untuk mempertahankan kekuatan otot dan fleksibilitas. Mengubah pola hidup untuk menjaga berat badan sangatlah penting.
Bersepada Untuk Keluhan Nyeri Lutut ?
Nah.. salah satu olahraga yang di rekomendasikan untuk keluhan Ostheoarthritis/Pengapuran sendi yaitu bersepeda. Latihan beresiko rendah untuk orang-orang dengan osteoartritis. Intinya, olahraga beresiko rendah mengacu pada jenis olahraga (seperti berenang, berjalan kaki dan bersepeda) yang tidak terlalu membuat stres bagi sendi yang menahan beban, terutama tulang belakang, pinggul, kaki, lutut, dan pergelangan kaki. Berlari dan jogging, bagaimanapun, adalah contoh olahraga berdampak tinggi.
Menuai Manfaat Bersepeda
Bersepeda adalah pilihan olahraga yang bagus untuk orang-orang dengan osteoartritis. Suatu rutinitas bersepeda yang teratur membuat lutut Anda bergerak melalui jangkauan gerak dan, pada saat yang sama, memperkuat otot-otot yang menopang lutut Anda. Masuk akal untuk melanjutkan bersepeda selama Anda bisa. Namun, jika Anda memiliki banyak kerusakan sendi di lutut atau pinggul Anda, kemampuan Anda untuk naik sepeda dapat menjadi semakin terbatas.
Sebuah studi Februari 2010 dalam Disabilitas dan Rehabilitasi dinilai bersepeda dalam tiga kelompok - pasien osteoarthritis lutut, pasien penggantian lutut dan pasien yang mengalami cedera meniskus atau ligamen. Hasil menunjukkan bahwa sebagai pasien usia lanjut, kemampuan untuk melanjutkan bersepeda menurun 5% setiap tahun. Peluang untuk melanjutkan bersepeda adalah 1,98 kali lebih besar bagi pria daripada bagi wanita. Kesempatan mengalami rasa sakit saat bersepeda meningkat 8% dengan setiap unit kenaikan indeks massa tubuh. Penelitian ini menghubungkan rasa sakit yang meningkat selama bersepeda ke indeks massa tubuh, daripada diagnosis pasien.
Studi lain yang menarik, yang diterbitkan dalam Journal of Gerontology, membandingkan intensitas tinggi bersepeda untuk bersepeda intensitas rendah pada pasien osteoartritis lutut. Peneliti menyimpulkan bahwa bersepeda intensitas rendah sama efektifnya dengan bersepeda intensitas tinggi untuk meningkatkan fungsi pasien, gaya berjalan, kapasitas aerobik, serta untuk mengurangi rasa sakit
.
Yang mengatakan, daripada menyerah bersepeda ketika menjadi semakin sulit, lihat untuk menyesuaikan aktivitas dengan kebutuhan Anda. Jika bersepeda di luar rumah adalah masalah karena tanah yang tidak rata, bukit terjal, dan tantangan lain di kegiatan luar ruangan,maka bawalah bersepeda di dalam ruangan (sepeda statis).
Untuk bersepeda di luar ruangan, pastikan Anda memiliki sepeda yang terasa nyaman. Beberapa menyarankan memiliki berbagai roda gigi. Ada juga pengendara sepeda yang merekomendasikan Granny Gears (roda rantai kecil pada set engkol tripel). Granny memungkinkan untuk berputar dengan laju putaran tinggi per menit. Gigi Granny dinamakan demikian karena, secara teoritis, bahkan seorang nenek dapat mendaki bukit di gigi ini.
Jika keterbatasan fisik Anda (nyeri sendi, deformitas sendi, masalah keseimbangan) membuatnya perlu untuk membawa bersepeda di dalam ruangan, pertimbangkan pilihan dari sepeda stasioner tegak atau sepeda stasioner tegak lurus.
Kesimpulannya.....
Sebelum menjadi aktif dengan bersepeda atau semua jenis olahraga, Anda harus berbicara dengan dokter Anda. Saat dia memberi Anda persetujuan, pertimbangkan opsi bersepeda yang berbeda. Tujuannya adalah menjadikan bersepeda sebagai aktivitas yang akan Anda nikmati dan ikuti sehingga Anda dapat memperoleh banyak manfaat. Pilih peralatan Anda dengan hati-hati. Dan ingat: Pacu diri Anda saat berkendara.
Semoga bermanfaat, dan salam semakin sehat dari kami keluarga besar RS Betha Medika.
 

Diposkan pada 24 July 2018


Sahabat Betha..! Selamat Pagi, Apa kabar hari ini ? mudah - mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya, Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi seputar kesehatan,.. Kali Apoteker RS Betha Medika, Ai Oba Siti Sobariah,S.Farm,Apt akan berbagi informasi seputar " Bagaimana Cara Menurunkan Asam Lambung ? " mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan ya…
Makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi jumlah asam yang diproduksi oleh perut sehingga mengkonsumsi makanan yang tepat merupakan kunci agar dapat mengendalikan asam lambung
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau dalam masyarakat dikenal dengan maag atau peningkatan asam lambung merupakan kondisi kronis yang terjadi pada saluran pencernaan karena meningkatnya asam lambung. Asam lambung yang berlebih ini kemudian menuju esofagus dan menimbulkan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada. Esophagus adalah bagian dari saluran pencernaan antara rongga mulut dan lambung. GERD lebih sering terjadi pada pria dibandingkan pada wanita. Terdapat 25% orang dewasa yang menderita GERD mengalami gejala sensasi terbakar di dada atau yang biasa disebut heartburn.
Apakah penyebab GERD?
Sebelum kita memahami lebih dalam mengenai penyakit asam lambung ini, mari kita pahami dulu hubungan antara esophagus dengan lambung. Ketika kita makan, makanan tersebut melalui esophagus menuju rongga lambung. Normalnya ketika makanan sudah masuk ke dalam lambung, makanan tersebut tidak dapat kembali lagi ke esophagus ataupun rongga mulut. Dengan bantuan asam lambung dan zat lainnya, makanan tersebut dicerna oleh lambung kita. Namun ternyata tidak demikian bagi penderita GERD/penyakit lambung. Pada penderita GERD, asam lambung dengan atau tanpa makanan dapat berbalik kembali menuju esophagus dan menimbulkan sensasi terbakar di rongga dada.
Tanda dan Gejala
Selain merasakan sensasi terbakar di dada, terdapat beberapa hal lain yang juga dirasakan oleh penderita GERD, yaitu :
1. Nyeri pada dada biasanya bersamaan dengan rasa asam di mulut.
2. Kesulitan menelan.
3. Batuk kering.
4. Suara serak atau sakit tenggorokan.
Apakah faktor yang dapat memicu GERD?
Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya GERD :
1. Merokok
2. Alkohol
3. Kopi
4. Makan berlebihan/ kekenyangan pada malam hari
Bagaimana cara mengatasi GERD?
Perubahan gaya hidup dibutuhkan untuk membantu tercapainya tujuan terapi pengobatan GERD. Berikut perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan :
1. Berhenti merokok.
2. Berhenti mengkonsumsi alkohol.
3. Makan tidak terlalu banyak namun dengan frekuensi lebih sering.
4. Hindari obat-obat yang dapat memberikan efek samping ke lambung. Berkonsultasilah dengan Apoteker ketika akan mengkonsumsi obat-obat bebas.
Terapi pengobatan :
Golongan obat antasida berfungsi untuk membantu menetralisir asam lambung dan meredakan sensasi terbakar pada dada. Contoh obat golongan antasida adalah antasida.
Golongan obat H2 receptor blocker tidak bekerja secepat antasida namun memberikan kerja lebih lama dan dapat menurunkan produksi asam lambung dari perut hingga 12 jam. Contoh golongan obat H2 receptor blocker adalah cimetidine, famotidine, ranitidine.
Golongan obat proton pump inhibitor bekerja lebih kuat untuk menghambat produksi asam lambung dan membantu menyembuhkan bagian kerongkongan yang rusak. Contoh golongan obat proton pump inhibitor adalah lansoprazole, omeprazole dan pantoprazole.
Apakah makanan yang dapat menurunkan kadar asam lambung?
Makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi jumlah asam yang diproduksi oleh perut. Mengkonsumsi makanan yang tepat merupakan kunci agar dapat mengendalikan asam lambung. Berikut adalah beberapa makanan yang dapat membantu mengurangi gejala karena peningkatan asam lambung:
1. Sayuran
Sayuran secara alami memiliki kandungan rendah lemak dan gula sehingga dapat mengurangi asam lambung. Pilihan sayuran yang dapat dikonsumsi adalah kacang hijau, brokoli, kembang kol, sayuran hijau, kentang, dan mentimun.
2. Jahe
Jahe memiliki fungsi sebagai anti inflamasi alami sehingga dapat menjadi terapi alami untuk mengatasi rasa panas dalam perut dan masalah pencernaan lainnya.
3. Oatmeal
Gandum utuh yang juga merupakan sumber serat dapat menyerap asam di perut dan mengurangi gejala GERD. Pilihan serat yang lain adalah roti gandum.
Beberapa buah yang dapat dikonsumsi bagi orang yg terkena GERD adalah melon, pisang, apel, dan pear.
Daging tanpa lemak
Daging yang dapat membantu mengurangi gejala GERD adalah ayam, kalkun, ikan, dan makanan laut. Olah daging tersebut dengan di panggang, bakar atau rebus.
Putih telur
Putih telur merupakan pilihan yang lebih baik dari kuning telur. Kuning telur dapat memicu gejala GERD dan tinggi lemak.
Lemak sehat
Makanan yang merupakan sumber lemak sehat adalah seperti alpukat, kenari, minyak zaitun, dan minyak wijen. Mengurangi asupan lemak jenuh dan lemak trans dapat membantu tubuh menjadi lebih sehat.
Semoga bermanfaat dan Salam Semakin Sehat Dari Kami Keluarga Besar RS Betha Medika.
 

Diposkan pada 18 July 2018

 

Rontgen adalah tindakan menggunakan radiasi untuk mengambil gambar bagian dalam dari tubuh seseorang. Utamanya, rontgen digunakan untuk mendiagnosa masalah kesehatan dan yang lainnya untuk pemantauan kondisi kesehatan yang ada. Terdapat berbagai jenis rontgen, masing-masing dengan kegunaan yang spesifik.

Adapun bagian tubuh yang dapat dilakukan pemeriksaan rongent diantaranya adalah :

1. Kepala

Kepala dapat dilakukan pemeriksaan rongent untuk melihat bagian dari kepala yang terdapat kelainan, salah satunya trauma akibat kecelakaan. Untuk persiapan rongent kepala apabila pasien menggunakan anting-anting dapat di lepas terlebih dahulu agar tidak mengganggu gambaran kepala pasien tersebut.

2. Dada

Dada dapat dilakukan pemeriksaaan rongent untuk melihat bagian dari rongga dada, yaitu jantung, paru, pembuluh darah, saluran pernafasan. Tulang dada, tulang rusuk. Persiapan yang dilakukan untuk melakukan foto rongent dada yaitu pasien mengganti baju dengan baju pasien yang sudah tersedia di ruangan pemeriksaan, baju dalam pasien di lepas, untuk wanita jika menggunakan pakaian dalam ( bra ) harus membukanya terlebih dahulu karena bra terdabat besi yang dapat mengganggu gambaran dada pasien. Dan untuk pasien yang menggunakan kalung, kalungnya harus di lepas terlebih dahulu karena akan mengganggu gambaran pada dada kan akan menyebabkan dokter salah membaca foto dada pasien.

3. Anggota gerak atas dan bawah

Anggota gerak atas dan bawah yang dapat dilakukan pemeriksaan rongent diantaranya, yaitu tangan, pergelangan tangan, kaki, lutut, tungkai, pergelangan kaki, dan pinggul. Rontgen anggota gerak ini biasanya diperlukan untuk menemukan dan memeriksa cedera serta penyakit seperti patah tulang dan pergeseran.

4. Perut

Perut dapat dilakukan pemeriksaan rongent untuk melihat gangguan yang terjadi di area perut, salah satunya yaitu batu ginjal, batu pada kandung kencing, persiapan yang harus dilakukan yaitu apabila pasien menggunakan baju yang terdapat banyak manik-manik harus diganti dengan baju yang sudah disediakan di ruang pemeriksaan dan apabila pasien menggunakan celana yang terdapat resleting dan benda berbahan logam, maka pasien harus membuka celana tersebut dan petugas akan menutupnya dengan selimut apabila pasien tidak memakai celana dalam untuk kenyamanan pasien tersebut.

5. Tulang belakang

Pemeriksaan rongent dapat membantu dalam menemukan penyakit dan cedera yang mengenai tulang belakang, sendi, serta diskusnya (cakram atau bantalan antar tulang). Beberapa contoh masalah kesehatan yang terdiagnosis dengan sinar-x tulang belakang adalah patah di tulang belakang, dislokasi (pergeseran), masalah pada diskus, infeksi, dan tumor, dan beberapa lainnya. Rontgen tulang belakang paling sering digunakan untuk mendiagnosis masalah yang berhubungan dengan tulang belakang seperti skoliosis (kelainan bentuk tulang belakang) atau spina bifida (cacat tabung saraf). Terdapat beberapa subtipe rontgen tulang belakang tergantung pada bagian tertentu dari tulang belakang. Pasien mungkin memerlukan rontgen pada leher, toraks (dada), sakrum atau tulang ekor, atau lumbosaral.

 

6. Pelvis (pinggul)

Pemeriksaan rongent pada bagian pelvis salah satunya untuk melihat ada trauma pada bagian pinggul, adanya dislokasi pada pinggul

Karena pemeriksaan rongent menggunakan radiasi, setiap pemeriksaan atau tindakan rongent harus dilengkapi dengan surat perintah dari dokter yang tempat anda berobat atau diperiksa. Semoga bermanfaat dan salam semakin sehat, dari kami keluarga besar RS Betha Medika.

Diposkan pada 18 July 2018

 

            Halo warga Sukabumi, apa kabar? Semoga sehat selalu. Pada kesempatan ini salah satu dokter umum di Rumah Sakit Betha Medika, dr. Puti Piranti akan memberikan informasi seputar penyakit stroke. Mari kita simak penjelasannya.

Apa itu stroke? Dan mengapa bisa terjadi?

            Stroke merupakan penyakit yang cukup sering ditemukan di masyarakat, dan merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia, disusul oleh penyakit jantung koroner. Stroke adalah penyakit yang terjadi pada pembuluh darah otak. Seperti organ-organ lainnya, otak merupakan organ yang dialiri banyak pembuluh darah untuk membawa nutrisi dan oksigen ke otak. Stroke terjadi ketika fungsi otak terganggu akibat aliran pembuluh darah di otak mengalami gangguan, bisa karena sumbatan di pembuluh darah, atau karena pecahnya pembuluh darah tersebut.

            Stroke merupakan suatu kegawatdaruratan, karena gangguan aliran darah ke otak akan menyebabkan kerusakan sel-sel otak dalam waktu cepat. Setiap bagian di otak memiliki fungsi masing-masing, seperti untuk bergerak, berbicara, berpikir, dan lain-lain. Bagian otak yang rusak akan menyebabkan terganggunya fungsi tubuh yang dikendalikan oleh otak tersebut. Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan tepat akan meminimalisasi tingkat kerusakan otak.

            Stroke diklasifikasikan menjadi: stroke akibat sumbatan/hambatan aliran pada pembuluh darah (stroke infark) dan stroke akibat pecahnya pembuluh darah di otak (stroke perdarahan/hemoragik). Stroke karena sumbatan lebih banyak terjadi, namun stroke akibat perdarahan lebih mengancam jiwa. Bayangkan pembuluh darah kita seperti selang air, apabila ada sumbatan tentu akan menghambat aliran air. Begitu juga apabila ada tekanan air yang terlalu tinggi maka lama-lama dinding selang yang tipis tidak mampu menahan tekanan sehingga bisa pecah.

Bagaimana tanda dan gejala stroke?

            Pasien dengan stroke paling sering datang ke Unit Gawat Darurat dengan keluhan tiba-tiba mengalami lemah anggota gerak sebelah, atau sering juga datang dengan penurunan kesadaran. Gejala lain yang dapat terjadi pada stroke di antaranya adalah nyeri kepala hebat, pusing berputar (vertigo), muntah, hilangnya penglihatan secara tiba-tiba atau penglihatan ganda, sulit menelan sehingga tersedak, serta gangguan keseimbangan.

            Cara termudah dan tercepat yang dapat dikenali untuk mendeteksi stroke adalah dengan metode FAST yang merupakan singkatan dari Face (wajah), Arm (lengan), Speech (bicara), Time (Waktu). Face/wajah, mintalah orang untuk tersenyum, pada orang stroke salah satu sisi wajah dan bibir akan nampak tidak simetris, lebih rendah dari wajah di sebelahnya. Arm/lengan, mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua tangannya, pada orang stroke salah satu tangan akan nampak lebih rendah karena lemah, atau bahkan tidak bisa diangkat. Speech/bicara, mintalah orang tersebut untuk mengikuti kata-kata tertentu seperti “ra-ri-ru-re-ro”, atau “ular melingkar-lingkar di pagar”, pada orang stroke bicaranya akan nampak tidak jelas atau rero. Time/waktu, maksudnya adalah, apabila menemui gejala-gejala tersebut maka waktu respons sangat penting, segeralah datang ke Unit Gawat Darurat rumah sakit, jangan ditunda-tunda, karena semakin cepat mendapat pertolongan maka semakin banyak sel-sel otak yang dapat terselamatkan.

Siapa saja yang berisiko terkena stroke?

            Terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan terjadinya stroke. Faktor penyakit seperti hipertensi/darah tinggi yang tidak terkontrol, karena hal ini dapat menyebabkan tekanan pembuluh darah semakin meningkat, termasuk pembuluh darah di otak. Orang dengan kencing manis/diabetes yang tidak terkontrol juga memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya stroke. Demikian juga dengan orang yang memiliki kolesterol tinggi, karena hal tersebut dapat menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah di otak. Faktor risiko lainnya adalah orang-orang dengan obesitas/kegemukan, merokok, dan memiliki penyakit jantung seperti gangguan irama jantung. Faktor lain yang tidak bisa dimodifikasi adalah faktor keturunan keluarga dengan penyakit stroke, usia yang semakin tua, dan kelainan pembuluh darah otak sejak lahir.          

Bagaimana penanganan dan pencegahan stroke?

            Seperti yang sudah disampaikan, waktu sangat berperan dalam penyakit stroke, sehingga bila menemukan gejala stroke segeralah bawa pasien ke IGD rumah sakit. Pasien akan dirawat oleh dokter spesialis saraf, kemudian akan dilakukan CT-Scan kepala untuk melihat jenis stroke-nya apakah sumbatan atau perdarahan, karena terapi yang diberikan pada keduanya sangat berbeda. Dampak stroke seperti kelumpuhan anggota gerak dapat berlangsung lama dan membutuhkan terapi jangka panjang. Untuk dapat benar-benar pulih, pada beberapa pasien dibutuhkan rehabilitasi medis seperti fisioterapi.

            Langkah utama untuk mencegah stroke adalah menerapkan gaya hidup sehat dan kenali faktor risiko stroke yang anda miliki. Apabila anda memiliki faktor risiko stroke, misalnya hipertensi, anda harus rutin memeriksakan tekanan darah anda ke fasilitas kesehatan dan mengikuti anjuran yang diberikan dokter. Gaya hidup sehat yang bisa diterapkan diantaranya adalah menjaga pola makan, tidak terlalu banyak mengkonsumsi makanan asin dan berlemak agar tidak memicu tekanan darah tinggi dan kolesterol. Olahraga secara teratur juga dapat mengendalikan tekanan darah, menurunkan kolesterol, serta membuat sistem peredaran darah lebi baik. berhenti merokok juga merupakan salah satu pencegahan yang dapat dilakukan. Gaya hidup yang sehat selain mencegah penyakit stroke juga tentunya mencegah penyakit berbahaya lainnya seperti serangan jantung.

            Demikian informasi yang dapat disampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat, terima kasih. Salam semakin sehat untuk kita semua dari kami keluarga besar RS Betha Medika !